Said Didu: Hanya Presiden Sekarang yang Janji Tidak Akan Utang, tapi Utang Meroket

Said Didu: Hanya Presiden Sekarang yang Janji Tidak Akan Utang, tapi Utang Meroket

R
Resty

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu menyinggung bahwa hanya presiden sekarang yang berjanji tidak akan mengutang, namun kenyataannya, utang justru meroket.

Said Didu mengatakan itu sebagai sebagai kontra-narasi terhadap salah satu narasi pembodohan tentang utang, yakni bahwa semua presiden membuat utang.

“Narasi pembodohan tentang utang. 1) semua presiden buat utang,” katanya melalui akun Twitter Msaid_didu pada Selasa,21 September 2021.

“TAPI hanya presiden sekarang yang janji tidak akan utang – tapi utang merokey,” tambahnya.

Said Didu melanjutkan bahwa narasi pembodohan soal utang lainnya, yakni bahwa utang sekarang adalah warisan.

Baca Juga

Terkait itu, ia menjelaskan bahwa warisan dari enam presiden sebelum Presiden Joko Widodo selama 73 tahun hanya Rp2.700 triliun.

“Presiden sekarang baru 6 tahun sudah nambah lebih Rp 4.000 t,” terang mantan Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu.

Dilansir dari Merdeka, Kementerian Keuangan mencatat posisi utang pemerintah sampai akhir Juni 2021 adalah sebesar Rp6.554,56 triliun.

Angka tersebut adalah 41,35 persen dari rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Adapun komposisi utang tersebut terdiri dari pinjaman sebesar Rp842,76 triliun (12,86 persen) dan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp5.711,79 triliun (87,14 persen).

Lebih rinci, pinjaman tersebut berasal dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp12,52 triliun dan pinjaman luar negeri sebesar Rp830,24 triliun.

Sementara itu, rincian utang dari SBN berasal dari pasar domestik sebesar Rp4.430,87 triliun dan valas sebesar Rp 1.280,92 triliun.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.