Salut dengan TNI Angkatan Laut Berhasil Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura

Terkini.id, Jakarta – Salut dengan TNI Angkatan Laut yang telah berhasil gagalkan penyelundupan benih lobster

Penyelundupan barang atau bahan mentah sering sekali dilakukan oleh sekelompok oknum. Pasalnya, penyeludupan juga terjadi pada masa pandemi. Salah satu nya adalah penyeludupan benih lobster yang baru-baru ini mencuri perhatian publik.

Pada tanggal 12 Mei 2022, tim pengamanan Lanudal Juanda berhasil menggagalkan penyeludupan benih lobster senilai 3 miliar rupiah. Penggagalan tersebut dilakukan di area keberangkatan terminal Bandara Internasional Juanda.

Baca Juga: Kompak, Inilah 3 Kota yang Ramai-ramai Kecam Holywings

Informasi tersebut disampaikan pada konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Komandan Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut Juanda Kolonel Laut Heru Prasetyo.

“Pengungkapan dan penangkapan ini merupakan informasi dari pengamatan intelijen perihal adanya pengiriman baby lobster dari Subaya ke Singapura,” ucap Komandan Heru dikutip melalui nasional kompas pada Kamis 19 Mei 2022.

Baca Juga: Mahathir Nyatakan Kepulauan Riau dan Singapura Milik Malaysia, Netizen: Provokasi...

Dalam penggagalan tersebut, TNI Angkatan Laut bekerja sama dengan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal). Selain itu, pengungkapan dan penangkapan berdasarkan penindaklanjuti informasi yang diterimah dari Intelijen.

Dalam konferensi tersebut mengungkap bahwa TNI AL berhasil menggagalkan penyeludupan benih lobster dengan jumlah sekitar 30.000 ekor. Kabarnya, benih-benih tersebut ditaruh kedalam kantong plastik berjumlah 41 kantong.

Sehingga dari hasil temuan tersebut, pihak TNI AL akan menindaklanjuti perkara yang merugikan negara.

Baca Juga: Mahathir Nyatakan Kepulauan Riau dan Singapura Milik Malaysia, Netizen: Provokasi...

Lanudal Juanda bersama para petugas stakeholder tidak segan-segan untuk melaksanakan penindakan,” tutup Heru.

Tidak sampai di situ, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menegaskan kepada rentetannya bahwa personil TNI AL akan berjanji akan menegakkan hukum serta menjaga keamanan wilayah laut Indonesia dalam berbagai macam bentuk tindakan kejahatan seperti penyeludupan serta tindakan ilegal lainnya.

Kegiatan penyeludupan ini diduga telah melanggar Pasal 102 A Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabaenan.

Dalam pasal tersebut, ancaman pidana penjara paling singkat satu tahun dan pidana paling lama 10 tahun serta denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 5 miliar.

Bagikan