Terkini.id, Gowa – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Syafruddin mengunjungi Kabupaten Gowa untuk menyampaikan rasa prihatinnya terhadap bencana banjir dan longsor yang melanda Gowa beberapa waktu lalu.
“Pastinya saya sangat prihatin karna bagaimanapun ini kampung halaman saya, sehingga hari ini saya datang kesini untuk mengecek langsung, termasuk kerusakan infrastruktur jembatan yang merupakan salah satu kebutuhan publik,” ungkapnya, di Baruga Karaeng Pattingalloang, Selasa 29 Januari 2019.
Dikatakan Syafruddin, dalam memperbaiki kerusakan termasuk jembatan yang putus harus dilakukan secara bersama, sehingga dirinya akan mendorong itu karena akses jalan adalah kebutuhan bersama.
Tak hanya itu, selain menyampaikan rasa prihatinnya, Syafruddin juga ingin mengecek langsung pelayanan publik di Gowa pasca bencana, bahkan dirinya menawarkan diri jika ada hal yang diinginkan menyangkut pelayanan publik itu sendiri.
“Kami juga ingin memastikan apakah layanan publik terus jalan, bagaimana keadaan aparat, dan tanggung jawab aparat dalam menghadapi bencana ini,” jelasnya.
Adnan Purichta Ichsan sambut baik kedatangan Menteri PAN-RB
- All Out Beri Dukungan, Adnan Purichta Kembali Dampingi Hati Damai di Kampanye Terbatas di Somba Opu
- Sempat Vakum Akibat Pandemi: Beautiful Malino 2023 Resmi Digelar Kembali, Intip Kegiatannya
- Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Sebut Peringatan Nuzulul Quran Momen Membumikan Alquran
- Gowa akan Terapkan PSBB Mulai 29 April 2020, Sampai Kapan?
- Adnan Purichta Ichsan Lantik Andi Tenri Sessu sebagai Ketua PMI Soppeng
Di tempat yang sama, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menyambut baik kedatangan Menteri PAN-RB.
Pada kesempatan tersebut orang nomor satu di Gowa itu memaparkan kondisi terkini pasca bencana di hadapan rombongan PAN-RB.
“Pak menteri mau tau kondisi yang terjadi di Gowa, jadi tadi saya sedikit menjelaskan seperti awal kejadian, korban, titik banjir longsor dan kerusakan-kerusakan yang terjadi,” pungkasnya.
Pada kunjungan Menteri PAN-RB di Gowa turut hadir Wakapolda Sulselbar, Wakil Walikota Makassar, Sekda Gowa dan pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa.
Sekadar diketahui saat ini, korban meninggal akibat bencana longsor dan banjir sudah menelan 52 jiwa dan masih ada beberapa yang belum ditemukan.
Kendati demikian akses jalan sudah bisa dilewati di Kecamatan Manuju dan Bungaya sehingga proses evakuasi dan pengiriman bantuan logistik terus dilakukan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
