Makassar Terkini
Masuk

Satu Almamater, Ketua Timsus Penembakan Brigadir J Brigjen Andi Rian dan Ferdy Sambo Alumni Smansa Makassar

Terkini.id, Jakarta – Nama Brigjen Andi Rian Djajadi rupanya punya peran besar di balik pengungkapan rekayasa kasus penembakan Brigadir J di rumah Eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

Brigjen Andi Rian, adalah Ketua Timsus Pengungkapan Kasus Penembakan Brigadir J yang ditunjuk Kapolri. Diketahui, Andi Rian adalah alumni Smansa Makassar. Satu almamater dengan Ferdy Sambo.

Di kepolisian, Andi Rian diketahui adalah Mantan anak buah Ferdy Sambo. Jabatan Andi Rian merupakan Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi. Andi Rian yang memeriksa Ferdy Sambo.

Brigjen Andi Rian Djajadi merupakan seorang perwira polisi jenderal bintang satu, yang merupakan alumni Akpol 1991. Tidak sedikit jabatan mentereng yang pernah dijabat oleh Brigjen Andi Rian Djajadi.

Mengutip dari tribunnews, Brigjen Andi Rian Djajadi diketahui adalah Alumni SMA 1 Makassar atau Smansa Makassar, angkatan 1987. Diabahkan menjabat Ketua Umum IKA Smansa 1987.

Brigjen Andi Rian Djajadi pernah mengemban suatu jabatan penting di Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut). Mulai dari Kasat Res Narkoba Poltabes Medan, Kapolres Tebingtinggi, hingga Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Poldasu.

Kemudian, ia ditarik sebagai Wadirtipidum Bareskrim Polri dan ditugaskan lagi sebagai Dirkrimum Polda Sumut.

Berdasarkan surat telegram dengan nomor ST/2076/VII/KEP/2020 menunjuk Brigjen Pol. Andi Rian R Djajadi sebagai Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri.

Sementara itu, Brigjen Andi Rian Djajadi juga meraih berbagai prestasi yang mengantarkan dirinya memperoleh promosi bintang satu.

Brigjen Andi Rian Djajadi lalu menggantikan Brigjen Pol Prasetijo Utomo yang dicopot terkait pembuatan surat jalan untuk buronan Djoko Tjandra Juli tahun 2020 lalu. 

Sementara itu, jabatan yang dipegang oleh Brigjen Andi Rian Djajadi saat ini adalah Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Menariknya, posisi ini merupakan jabatan yang dulu pernah diduduki Ferdy Sambo.

Brigjen Andi Rian Djajadi juga pernah menjadi pemimpin rekonstruksi atas kasus penembakan terhadap 6 laskar FPI.

Dalam kasus kematian Brigadir J, Brigjen Andi Rian Djajadi memimpin Prarekonstruksi Tewasnya Brigadir J, bahkan Brigjen Andi Rian Djajadi lah yang menyampaikan soal penetapan Bharada E sebagai tersangka.

Sementara, Ferdy Sambo, sang Jenderal bintang dua diketahui sudah terkenal sejak muda. 

Ferdy menghabiskan masa muda di SMA Negeri 1 Makassar, Sulawesi Selatan. Teman satu sekolah mengungkap masa muda otak pembunuhan ajudan brigadir J di rumah dinasnya sendiri.

Melansir dari Suara.com, Irjen Ferdy Sambo telah terkenal semasa muda. Tidak hanya terkenal, namun juga dikenal cerdas, suka berorganisai dan disiplin.

Ferdy Sambo memang anak seorang Jenderal, mungkin hal tersebut pula yang membuatnya menjadi disiplin dalam hidup. Irjen Ferdy Sambo ternyata tercatat sebagai pelajar angkatan tahun 1991. 

Penuturan teman semasa sekolah, Andi Amiruddin Pallawa Rukka, Ferdy Sambo lebih akrab dipanggil Peppi. Sosok Peppi dikenal muda bergaul dan juga memiliki banyak teman.

“Dia dikenal baik dan cerdas. Disiplin juga,” ujar Amiruddin.

Selain seluruh prestasi yang dimiliki, Ferdy Sambo tercatat aktif di kegiatan ekstrakurikuler Taekwondo.

“Mungkin disiplinnya karena bapaknya juga seorang Jenderal,” ucapnya.

Setalah lulus SMA, Amiruddin mengaku tak pernah berkomunikasi dengan Ferdy Sambo. Tetapi, ia kerap mengikuti pemberitaan soal jejak karir polisi bintang dua itu lewat media.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka baru kematian Brigadir J atau atau Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat. 

Pihak Bareskrim setidaknya sudah menetapkan empat tersangka atas kematian Brigadir J yang terjadi di rumah Kadiv Propam Polri, di Duren Tiga, Jakarta Selatan .