Terkini.id, Jakarta – Kuasa Hukum keluarga Brigadir J alias Yosua Hutabarat Kamarudin Simanjuntak membeberkan Proses autopsi pertama jasad Brigadir J yang masih menjadi sorotan publik.
Dalam hal tersebut, Kamarudin Simajuntak menilai bahwa tim tim dokter yang mengautopsi ulang jenazah Brigadir J tidak menemukan otak ketika membedah kepala ajudan Irjen Ferdy Sambo itu.
Hal tersebut diungkapkan Kamarudin melalui sebuah unggahan video di kanal Youtobe.
“Kepalanya pertama tidak ditemukan otaknya,” kata alumnus Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia.
Sementara Autopsi ulang Brigadir J digelar di Rumah Sakit Umum Daerah Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi. Dikutip dari Populis. Minggu, 31 Juli 2022.
- Soal Kasus Pembunuhan Brigadir J, MA Terima Berkas Kasasi Ferdy Sambo Cs
- Kalah Banding, Bagaimana Nasib Para Anak Buah Ferdy Sambo?
- Kuat Maruf Ajukan Hukum Kasasi Setelah Banding Ditolak Atas Vonis 15 Tahun Penjara
- Permohonan Banding Ditolak Pengadilan Tinggi Jakarta, Ferdy Sambo Tetap Dihukum Mati
- Hentikan Perlindungan ke Richard, Ketua LPSK: Kami Sedih, Eliezer Nangis, Pengawal Juga Nangis
Kamaruddin berani mengatakan otak mendiang tidak di kepala karena dua dokter perwakilan keluarga terlibat dalam autopsi ulang. Mereka mencatat semua autopsi ulang dan diberikan ke dirinya untuk dibuatkan akta ke notaris.
Menurut Kamaruddin, tim dokter autopsi ulang menemukan otak Brigadir J ketika membedah bagian dada mendiang.
Pria kelahiran Sumatera Utara itu mengatakan tim dokter menemukan plastik yang setelah diangkat berisi jaringan otak.
“Ada plastik ketika diangkat ada jaringan otak. Jadi, otak ada di dada,” ujarnya.
Kamaruddin pun mempertanyakan standar forensik ketika tim dokter mengautopsi jenazah Brigadir J pada kesempatan perdana.
“Apakah ini standar forensik, saya tidak paham. Otak yang seharusnya di kepala, ditaruh di dada,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
