Terkini.id, Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus mafia minyak goreng.
Indrasari Wisnu Wardhana merupakan satu dari sederet nama yang terseret dalam kasus mafia terkait ekspor minyak goreng. Dia merupakan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan.
“Tersangka ditetapkan 4 orang,” ujar Jaksa Agung, ST Burhanuddin di Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Selasa 19 April 2022.
Selain itu, Burhanuddin juga mengatakan bahwa akan ditahan selama 20 hari ke depan.
“Ditahan selama 20 hari terhitung hari ini sampai 8 Mei 2022,” kata ST Burhanuddin, dikutip dari Tribunnews.com.
- Perbandingan Harta Kekayaan Danny Pomanto dan Andi Sudirman Sulaiman
- Kepala Bea Cukai Makassar Diperiksa Kementerian Keuangan Terkait Harta Kekayaan, Apa yang Terungkap?
- Mayjen TNI Maruli Simanjuntak Dipilih Jadi Pangkostrad, Harta Kekayaan Capai Rp33 M
- Dinilai Meningkat Drastis, Wali Kota Makassar Angkat Bicara Soal Harta Kekayaannya
- LHKPN 2019 Rp8,2 Miliar Setahun Kemudian Menjadi Rp56,4 Miliar, Ini Penjelasan Kepala Bapenda Makassar
Pria bernama lengkap Indrasari Wisnu Wardhana diangkat menjadi Dirjen PLN Kemendag pada 20 Desember 2021 oleh Menteri Pedagangan, Muhammad Lutfi.
Buntut dari penangkapan Dirjen PLN Kemendag, tentu saja membuat publik bertanya-tanya terkait besaran dari harta yang dihasilkan oleh Indrasari Wisnu Wardhana.
Pada tanggal 31 Desember 2020 silam, Indrasari Wisnu Wardhana terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kala itu, ia menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga.
Dilansir oleh Tribunnews.com, menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya, Indrasari tercatat mempunyai kekayaan senilai Rp 4.736.660.609.
Namun, jumlah itu berkurang menjadi Rp 4.487.912.637 lantaran ia memiliki utang sebesar Rp 248.747.972.
Sumber kekayaan Indrasari terbesar berasal dari tiga bidang tanah dan bangunan miliknya yang berada di Tangerang Selatan dan Bogor. Ketiga tanah dan bangunan Indrasari nilainya mencapai Rp 3.350.000.000.
Tak hanya itu, ia juga tercatat memiliki dua alat transportasi, motor Honda Scoopy dan mobil Honda Civic, senilai Rp 445.500.000. Lalu, harta bergerak lainnya sebesar Rp 68.200.000, serta kas dan setara kas Rp 872.960.609.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
