Sejumlah Aktivis dan Mahasiswa Diserang OTK di Jeneponto

Bukti laporan kepolisian korban tindak pidana penganiaayaan yang dilakukan oleh OTK di Cafe resto 88 jalan Ishak Iskandar, kelurahan Empoang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto

Terkini.id,Jeneponto – Sejumlah aktivis dan mahasiswa yang tergabung dalam Fraksi Revolusi Keadilan (FRK) Jeneponto diserang orang tak dikenal (OTK).

Aktivis dan mahasiswa itu diserang OTK di cafe resto 88 jalan Ishak Iskandar (Jalan Lingkar), Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Jumat, 29 November 2019, sekitar pukul 17.00 Wita.

Akibat  penyerangan OTK itu dua orang aktivis, Yudistira dan Dedi  terpaksa divisum di RSUD Lanto Daeng Pasewang karena tindak penganiaayaan yang dilakukan oleh OTK itu.

“Kami diserang OTK saat sedang istirahat di cafe 88 usai kami menggelar unjuk rasa did kantor Bupati Jeneponto,” Kata Yudistira kepada terkini.id, Jumat, 29 November 2019 sekitar pukul 23.00 Wita.

Menurutnya, mereka diserang orang tak dikenal sebanyak kurang lebih 30 orang.

“Banyak orangnya, kurang lebih 30 orang dengan memakai topeng,” jelas Yudistira.

Yudistira menjelaskan kronologi kejadian penyerangan sekelompok orang tidak dikenal itu.

“Jadi sekitar pukul 17.00 Wita, sekelompok OTK itu tiba-tiba datang di cafe dan bertanya berapa uang yang kamu minta serta langsung memukuli saya dan teman-teman, saya dianiaya sampai keluar dari cafe 88,” ungkapnya.

Yudistira mengaku telah melaporkan tindak pidana penganiayaan itu di Polres Jeneponto.

“Sudah kami laporkan kejadian itu di Polres Jeneponto, laporannya nomor LP/B/407/XI/Res.16/2019. Polres Jeneponto,” tutup Yudistira.

Mereka pun mengharapkan peran Polres  untuk mengungkap dan menangkap pelaku pengeroyokan aktivis di cafe 88.

“kami sangat berharap kepada pihak kepolisian untuk menjadi penting mengungkap aktor di balik terjadinya tindak pidana penganiayaan, karena kami yakin pengeroyokan ini sudah disusun skenarionya yang kami duga adalah oknum yang mempunyai peran penting dalam pelaksanaan balap Motorcross itu,”kata Yudistira.

Dimana sebelumnya, sejumlah aktivis dan mahasiswa yang tergabung dalam fraksi revolusi keadilan menggelar unjuk rasa di depan kantor Bupati Jeneponto menolak lokasi event Motorcross yang sangat dekat dengan RSUD Lanto Daeng Pasewang.

Berita Terkait
Komentar
Terkini