Sekolah Anggaran Desa Mattiro Baji Telorkan Tata Tertib dan Rencana Kerja BPD

YASMIB Sulawesi melalui “Program Desa Melek Anggaran untuk Pembangunan Desa yang Inklusif dan Responsif Gender” kerjasama Seknas FITRA dan KOMPAK atas dukungan DFAT Australia melaksanakan Sekolah Anggaran Desa (Sekar Desa) Penguatan Bagi BPD terkait “Finalisasi Peraturan Tata Tertib dan Rencana Kerja BPD” di Kantor Desa Mattiro Baji, Sabtu 31 Agustus 2019

Terkini.id, Pangkep – YASMIB Sulawesi melalui “Program Desa Melek Anggaran untuk Pembangunan Desa yang Inklusif dan Responsif Gender” kerjasama Seknas FITRA dan KOMPAK atas dukungan DFAT Australia melaksanakan Sekolah Anggaran Desa (Sekar Desa) Penguatan Bagi BPD terkait “Finalisasi Peraturan Tata Tertib dan Rencana Kerja BPD” di Kantor Desa Mattiro Baji, Sabtu 31 Agustus 2019.

Tujuan kegiatan ini untuk mendapatkan masukan dalam penyusunan draft peraturan tata tertib BPD dan untuk mendapatkan masukan dalam penyusunan rencana kerja BPD serta adanya posko aspirasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mattiro Baji.
Adapun outputnya adalah draft peraturan tata tertib Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan adanya rumusan rencana kerja BPD.
Sekolah Anggaran Desa (Sekar Desa) penguatan bagi BPD terkait finalisasi peraturan tata tertib dan rencana kerja BPD dibuka Sekretaris Desa Nasir.

Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama membahas tata tertib BPD dan sesi kedua pembahasan mengenai rencana kerja (renja) BPD. Diakhiri sesi pembentukan posko aspirasi BPD Desa Mattiro Baji.

Muh. Anas Wakil Ketua BPD mengatakan, penyusunan Tatib dan Renja BPD ini akan memperkuat kerja – kerja BPD di desa. Sebagaimana fungsi BPD yaitu sebagai pengawas, legislasi dan penyalur aspirasi masyarakat.

“Saya berharap peserta bisa mengikuti dengan seksama apa yang narasumber sampaikan. Sehingga kita semua paham peraturan yang akan dibuat untuk memperkuat kerja – kerja BPD,” kata Anas.

Nasir, Sekretaris Desa Mattiro Baji mengatakan, kegiatan ini sangat penting. Karena tatib dan renja BPD akan sangat membantu BPD sebagai mitra kerja Pemerintah Desa.

Harapannya BPD bisa mengaplikasikan tatib dan renja ini dengan baik. Sehingga peran BPD sebagai pengawas dan penyalur aspirasi masyarakat lebih terlihat untuk mewujudkan desa yang melek dan mandiri.

Masita Syam selaku fasilitator mengatakan, BPD yang menjalankan tugas dan fungsinya harus memiliki tata tertib dan rencana kerja yang mempertegas kerja – kerja BPD.

Kehadiran kelompok masyarakat pada kegiatan ini untuk mengetahui rencana kerja BPD kedepan dan aturan – aturan yang mengikat BPD. Sehingga masyarakat bisa mengawasi dan mengontrol BPD serta Pemerintah Desa.

Anggota BPD Sainuddin, mengatakan BPD selalu turun ke masyarakat untuk menggali informasi dan aspirasi. BPD sebagai penengah antara masyarakat dan pemerintah desa sesuai dengan wilayah keterwakilan dan model penggalian aspirasi masyarakat masing – masing BPD punya cara tersendiri.

 

Hasilkan rekomendasi

Selanjutnya sesi pembahasan rencana kerja, ada 21 rencana kerja yang sudah disusun langsung oleh Ketua BPD beserta anggota BPD dan Pemerintah Desa pada kegiatan sebelumnya di Matampa Inn.

Sesi terakhir pembentukan posko/rumah aspirasi BPD, posko/rumah aspirasi ini bertujuan untuk sebagai tempat menerima keluhan atau aduan dari masyarakat yang disampaikan secara lisan maupun secara tertulis sehingga aspirasi warga desa dengan cepat dan tepat ditangani oleh BPD bersama Pemerintah Desa dalam rangka mewujudkan pemerintah yang baik, transparan dan akuntabel.

Posko aspirasi dibentuk sesuai dengan kondisi di desa yaitu tiga posko/rumah aspirasi sesuai dengan pulau atau dusun yang ada desa Mattiro Baji. Posko aspirasi di pulau satando, pulau saugi dan pulau sapuli yang masing – masing memiliki sekretariatnya.

Pada kegiatan ini melahirkan rekomendasi musyawarah desa untuk menetapkan peraturan tata tertib dan rencana kerja BPD dan penerbitan SK untuk pengurus posko aspirasi masyarakat.

Berita Terkait
Komentar
Terkini