Terkini.id, Jakarta – Pakar hukum tata negara sekaligus Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra ikut berkomentar terkait pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menganalogikan suara azan dengan gonggongan anjing.
Menurutnya dari pada sibuk mengurusi persoalan suara azan, ia menyarankan kepada Menag Yaqut untuk segera mengatasi masalah pencopotan plang Muhammadiyah di Banyuwangi, Jawa Tengah.
Hal tersebut disampaikan Prof Yusril dalam sebuah cuitannya pada akun twitter pribadinya.
“Menteri Agama Sudah Waktunya Tangani masalah seperti ini (penurunan plang Muhammadiyah)” tulis Prof Yusril, seperti dikutip dari akun @Yusrilihza_Mhd, pada Rabu 2 Maret 2022.
“Daripada sibuk ngurusi suara azan dan membanding-bandingkannya dengan gonggongan anjing, yang malah bikin masalah tambah runyam,” lanjutnya.
- Makassar Resmi Jadi Kota Toleransi Nasional, Raih Penghargaan Harmony Award 2025
- Di Hadapan Menteri Agama, Wali Kota Gaungkan Moderasi Beragama di Peresmian Gereja Katedral Makassar
- Menteri Agama Resmikan Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar
- Disepakati: Segini Biaya Haji Reguler Jika Kamu Berangkat Haji di Tahun 2023
- Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2023
Ketua Umum PBB itu juga menjelaskan tugas utama dari Kementerian Agama adalah menata dan mendorong kehidupan beragama.
Oleh karena itu, menurutnya seorang Menteri Agama sudah seharusnya mengajak semua umat beragama tanpa terkecuali untuk hidup saling berdampingan dan saling menghormati perbedaan.
“Menata dan mendorong kehidupan beragama yang tenang, aman dan damai di tengah kemajemukan, adalah tugas utama Kementerian Agama. Karena itu, Menteri Agama seyogianya dapat mengajak semua umat beragama hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati perbedaan.” tulisnya.
Tak hanya itu, ia juga mengatakan sebagai Menteri Agama segala ucapan yang dilontarkan harus hati-hati. Dan setiap mengambil kebijakan harus dipikirkan sebaik mungkin.
“Segala ucapan yang dilontarkan harus hati-hati, halus dan menjunjung tinggi sopan-santun serta budi bahasa. Ucapan-ucapan yang menyejukkanlah yang dinanti-nanti umat semua agama dari Menteri Agama. Setiap kebijakan yang akan diambil juga perlu direnungkan dalam-dalam segala dampaknya,” jelas Yusril.
Ia juga berharap agar kedepannya Menteri Agama dapat lebih bersikap bijak dan menjaga lisannya agar tidak menimbulkan masalah baru.Karena menurutnya, saat ini Indonesia sudah banyak menghadapi masalah.
“Saya berharap, Menteri Agama menjaga lisan, menjaga ucapan agar tidak menimbulkan masalah baru di masyarakat kita. Sdh terlalu banyak masalah dihadapi bangsa dan negara kita ini. Jangan ditambahi lagi dengan masalah baru yang berawal dari ucapan dan kata-kata. Bersikap bijaklah!” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
