Terkini.id, Jakarta – Belakangan ini kasus pasien yang terpapr virus Covid-19 semakin meningkat, tak terkecuali pada anak-anak.
Apalagi saat ini virus Covid-19 varian Omicron berhasil menyebar dengan cepat.
Faktanya varian Omicron ini sama dengan varian covid lainnya yang tak hanya menyerang orang dewasa saja, namun juga dapat menyerang lansia, pasien komorbid, serta anak-anak sekalipun termasuk balita dan bayi.
Melansir dari Detik Health, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) menjelaskan data kasus yang terkonfirmasi positif Omicron pada anak di Indonesia mencapai hingga 7.990 per 7 Februari 2022 kemarin.
Menurutnya angka tersebut mengalami kenaikan yang cukup tinggi dibanding data kasus pada bulan Januari.
- Waspada! Gejala Baru Covid-19 Ada yang Baru
- Tembus 3.000 Pasien dalam Sehari, Benarkah Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 telah Mendominasi di Indonesia?
- Pertemuan Tatap Muka di Sekolah Segera Berlangsung, Pemerintah Prediksi Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Melonjak
- Gejala Omicron Mengalami Peningkatan 21 Kasus BA.4, 122 Kasus BA.5
- Update Covid-19 Selasa 21 Juni, Ada Penambahan 1.678 Kasus Baru di Indonesia
Pada 24 Januari, data kasus yang terkonfirmasi sebanyak 676, lalu pada 31 Januari naik menjadi 2.775 kasus kemudian per 7 Februari kemarin mencapai 7.990 kasus terkonfirmasi positif pada anak.
“Artinya naiknya 300 persen ya. Laporan dari teman-teman di cabang kenaikannya 300 persen dari sebelumnya, ya ini pasien anak. Semua pasien anak,” tutur dr Piprim, seperti dikutip dari Detik Health.
Lantas apakah ada gejala khusus bagi anak-anak yang terpapar virus Covid-19 varian Omicron?
Menurut dr. Piprim, sebagian besar anak yang terserang Omicron umumnya memiliki gejala yang tergolong ringan dan menyerang bagian pernapasan atas seperti batuk, pilek, demam, nyeri tenggorokan serta gejala lain yang mirip dengan flu biasa.
“Sebagian besar itu gejalanya pada saluran pernapasan atas ya. Batuk-pilek, anget (demam), nyeri tenggorokan, hare’eng gitu ya kayak flu biasa ya. Sangat sedikit yang kemudian ke paru-paru bawah. Jadi, kalau sekarang ini ketemu anak dengan batuk, pilek, dan anget, ya hati-hati aja. Ini kemungkinan sudah tertular varian ini, ” kata dr Piprim.
Untuk diketahui, varian Omicron ini berbeda dengan varian Delta karena Omicron menyerang saluran pernapasan bagian atas maka gejalanya juga cenderung lebih ringan dan jarang menyebabkan gejala berat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
