Terkini.id, Jakarta – Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Muhammad Said Didu mengemukakan pendapatnya soal pemimpin yang hanya ingin sejahterakan diri dan kroninya
Menurut Said Didu, pemimpin hanya ingin sejahterakan diri dan kelompoknya itu memiliki beberapa ciri.
Salah satu yang sebutkan, yakni bahwa pemimpin seperti itu akan memecat pembantu yang pintar.
“Pemimpin yang ingin sejahterakan diri dan kroni akan memilih penjilat, tidak kompeten, dan tidak amanah serta akan memecat yang pintar, berintegritas, dan amanah,” katanya melalui akun Twitter Msaid_didu pada Minggu, 4 Juli 2021.
Sedangkan, pemimpin yang ingin sejahterakan rakyat akan memilih pambantu yang sebaliknya.
- Kabar Rencana PPN Naik Jadi 12 Persen Tahun 2025, Said Didu: Pemerasan Rakyat
- Pemerintahan Jokowi Habiskan Rp 2.778 Triliun Bangun Tol Hingga Bandara, Said Didu: Ini Kebohongan Publik
- Said Didu Sorot Permintaan Jokowi ke China Terkait IKN hingga Singgung Kereta Cepat
- Kritik Subsidi Mobil Listrik, Said Didu Berikan Contoh Alur Merampok Rakyat Melalui Kebijakan
- Stafsus Kemenkeu Disemprot Said Didu Usai Bahas Dana Pajak
“Pemimpin yangg ingin sejahterakan rakyat akan memilih pembantu yang berintegritas, kompeten, dan amanah,” kata Said Didu.
Pernyataan Said Didu itu lantas ditanggapi beragam oleh netizen, termasuk dengan sindiran.
Ada yang menyindir bahwa pernyataan Said Didu itu menyiratkan bahwa ia merasa dirinya sendiri pintar.
Seperti diketahui, Said Didu memang sempat menjabat di BUMN namun diberhentikan.
“Secara gak langsung kau ngaku pintar lah ya Du. Orang dipecat kok pintar,” kata Mdejoelies.
Said Didu pun membalas sindiran netizen itu dengan menyebutkan latar belakang pendidikan dan capaiannya.
“Saya tidak pintar kok – cuma lulus S3 dengan predikat SUMMA CUMLAUDE dengan IP 4,0. Sekali-kali sombong ah,” ungkapnya.
Akan tetapi, balasan Said Didu itu juga ditanggapi negatif oleh beberapa netizen.
“Tapi cita-cita pengen dihidupi negara, jadi mentri atau komisaris BUMN. Walau gak menguntungkan malah jadi beban negara. Hebat teman gua, gak tamat SMP, tapi punya puluhan karyawan,” kata Roysangkelana.
“Sangat memalukan, doktor summa cumlaude dipecat seorang yang pendidikannya cuma S1,” kata Life4happy1.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
