Terkini.id, Jakarta – Kriminolog, Ikrak Sulhin ikut memberi analisanya soal pelaku kasus Subang yang hingga saat ini belum diumumkan oleh aparat kepolisian kepada publik.
Kriminolog Ikrak Sulhin menyinggung soal alasan mengapa Polisi belum bisa mengumumkan pelaku kasus Subang yang menewaskan ibu dan anak, Tuti-Amel tersebut.
Hal itu disampaikan Ikrak Sulhin saat diwawancara dalam program Apa Kabar Indonesia yang tayang di tvOne, seperti dilihat pada Sabtu 25 September 2021.
Dalam tayangan tersebut, awalnya Ikrak mengatakan ada beberapa faktor yang membuat penyelidikan Polisi terhambat.
Faktor pertama, kata Ikrak, yakni soal motif pembunuhan. Menurutnya, motif itu sendiri biasanya bisa diketahui dalam komunikasi terkahir atau via media sosial korban.
- Kabar Kasus Subang, Istri Muda Yosef Akhirnya Mengaku Usai Disumpah
- Belum Kelar Juga, Polisi Hari Ini Periksa 7 Saksi Terkait Pembunuhan Ibu-Anak Subang
- Tiga Bulan Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Subang, Kriminolog: Banpol Masuk TKP Harus Diperiksa, Siapa yang Menyuruh
- Kembali Masuk ke TKP Kasus Subang, Yosef Ambil Barang Ini
- Usai Tiga Bulan Penyelidikan, Pelaku Kasus Pembunuhan Subang Akhirnya Ditemukan
Motif, lanjut ikrak, juga bisa diketahui dari saksi yang mendengar pembicaraan atau percakapan antara korban dengan sejumlah saksi yang diperkirakan sebagai pelaku.
“Kedua, selain motif adalah bukti. Untuk menemukan bukti atau petunjuk tentu ini tak mudah, sebut saja seperti DNA yang juga mesti ada pembanding,” tambahnya.
Menurutnya, bukti untuk menentukan pelaku juga bisa didapat dari rekaman CCTV. Adapun dari perkembangan yang ada memang ada sejumlah rekaman yang bisa membantu Polisi. Tetapi semua, menurut Ikrak, dikembalikan ke Polisi.
Lebih lanjut, Ikrak Sulhin kemudian menyinggung pembunuhan dari kacamata ilmu kriminalitas.
Ia pun menjelaskan, dari sejumlah penelitian dan kajian-kajian, tipologi kasus seperti ini cenderung biasanya dilakukan oleh orang dekat.
“Kecuali orang asing yang terlibat dalam kasus perampokan lalu ketahuan, dan akhirnya melakukan kekerasan dan pembunuhan. Tetapi memang umumnya lebih bersifat interpersonal,” tuturnya.
Ia pun meyakini pelaku kasus Subang tersebut adalah orang yang ada di lingkaran terdekat korban. Dia menduga motif pelaku adalah sakit hati dan dendam.
“Bisa karena sakit hati dendam,” kata Ikrak.
Mengutip Hops.id, Kriminolog Ikrak Sulhan dalam tayangan program tersebut juga menyebut pembunuhan ini diduga sangat terencana. Sebab kalau bersifat stranger atau orang asing, akan kelihatan sekali ketidakrapihan pembunuhan, dan Polisi bisa mudah menebak ada unsur perlawanan dari korban.
“Kemungkinan berencana, ada pentahapan. Tahap pertama dia sakit hati, lalu dia tak lagi bisa mengakomodasi dalam tanda petik berdamai dengan perasaan yang dimiliki, lalu melakukan pembalasan secara terencana (membunuh),” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
