Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar merasa heran dengan pernyataan bahwa mendengarkan musik dapat menghilangkan hafalan kitab suci.
Ia juga menyindir bahwa untuk apa menghafal kitab suci jika penghafal tersebut suka marah-marah atau mengamuk.
“Masak cuman dengerin musik doang, hapalan kitab suci bisa hilang? Ada-ada aja,” katanya melalui akun Twitter Dennysiregar7 pada Selasa, 14 September 2021.
“Heran, ada yang ngamuk. Buat apa hapal kalo ngamukan,” sambung Host Cokro TV itu.
Denny mengatakan hal itu sebagai respons terhadap pernyataan beberapa pihak yang tak terima ada yang menyindir para santri yang tak mau mendengarkan musik.
- Program Hafalan Juz 30 Pemprov Sulsel Dapat Kritik Denny Siregar: Diketawain Sama China
- Denny Siregar Prediksi Prabowo Subianto Akan Gandeng Gibran Rakabuming Sebagai Cawapres
- Polisi Tak Temukan Proyektil Penembakan Bahar Smith, Denny Siregar: Drama Zonk
- Prediksi Denny Siregar: Pilpres 2024 Hanya Ganjar Vs Prabowo, Anies Makin Lemah
- Denny Siregar: Mau Ibadah Natal Aja Susah, Nabi Pasti Nangis!
Seperti diketahui, baru-baru ini memang viral sebuah video sekelompok santri yang menutup telinga saat musik terputar.
Berapa pihak menyebut bahwa aksi para santri itu berlebihan. Bahkan, ada yang menyebut mereka telah terpapar bibit-bibit radikalisme karena gampang mengharamkan suatu hal.
Menanggapi pendapat itu, ada pula sejumlah pihak yang membela bahwa para santri itu menutup telinga demi menjaga hafalan Alquran mereka.
Mereka yang berpendapat demikian juga mengkritik para pihak yang terlalu cepat melabeli para santri.
Salah satu yang berkomentar membela para santri itu adalah aktivis dakwah, Hilmi Fidausi.
Ia mengaku kadang masih mendengar musik serta tetap menghafal Alquran dan hadits.
“Tapi saya ga nyinyir kepada orang yg mengharamkan musik,” katanya melalui akun Twitter pada Selasa, 14 September 2021.
Menurut Hilmi, ranah ikhtilaf tak seharusnya dijadikan alasan untuk berpecah-belah, melainkan seharusnya itu disikapi drengan lapang dada.
“Jangan berteriak-teriak toleransi, tapi julid sama orang yangg berbeda pandangan,” tegasnya.
Terkait berbagai kritikan yang muncul, Denny Siregar pun mengaku heran sebab pihak mereka jugalah yang pertama kali memviralkan video para santri itu.
Menurutnya, jika memang tak mau dikomentari, harusnya mereka tak usah mengunggah video di media sosial hingga menjadi viral.
“Kalo udah di publik, terima apapun komennya. Lagian, hapal doang tapi ngamukan sama juga boong,” tandas Denny Siregar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
