Soal Rekrutmen Diskriminatif, Masih Banyak Penyandang Disabilitas Terbatas Kerja

Terkini.id, Jakarta – Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Nahar mengatakan bahwa fakta yang ada di lapangan, masih banyak yang melakukan diskriminasi kepada penyandang disabilitas dalam hal rekrutmen.

Ia menyebut bahwa masih banyak penyandang disabilitas di Indonesia yang belum terakomodir dalam dunia kerja.

Hal itu diungkap oleh Nahar dalam siaran persnya yang dikutip terkini.id dari kompas pada Minggu, 15 Agustus 2021.

Baca Juga: Deputi Perlindungan Khusus Anak Angkat Bicara Terkait Kasus Tiga Anak...

“Fakta di lapangan, masih ditemukan banyak hal diskriminatif yang dilakukan dalam proses perekrutan,” ujar Nahar.

“Sehingga, berakibat pada tidak terakomodirnya penyandang disabilitas dalam dunia kerja,” imbuhnya.

Baca Juga: Makassar Recover, Ratusan Penyandang Disabilitas Se-Kota Makassar Ikuti Vaksin Ke-2

Menurutnya, para penyandang disabilitas seharusnya memperoleh hak untuk mendapatkan pekerjaan seperti yang tercantum dalam Undang-Undang (UU).

Adapun peraturan yang dimaksud yakni UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yakni hak untuk mendapatkan pekerjaan.

Pada Pasal 11 UU tersebut, dikatakan bahwa penyandang disabilitas berhak memperoleh pekerjaan yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, atau swasta tanpa diskriminasi.

Baca Juga: Makassar Recover, Ratusan Penyandang Disabilitas Se-Kota Makassar Ikuti Vaksin Ke-2

Dalam UU tersebut mengatur bahwa pihak pemerintah maupun swasta wajib mempekerjakan sekurang-kurangnya dua persen penyandang disabilitas dari keseluruhan karyawan.

Kendati demikian, menurut Nahar, meskipun sudah ada UU yang mengatur tentang hal tersebut, dalam faktanya masih banyak tindakan diskriminatif terhadap penyandang disabilitas.

Di sisi lain ia juga mengatakan bahwa orangtua maupun pengasuh dari penyandang disabilitas memiliki peranan penting dalam memberikan akses dalam hal memperoleh pekerjaan.

“Sehingga orangtua atau pengasuh sebagai bagian terdekat dari anak penyandang disabilitas memiliki peran yang sangat penting dalam proses pemenuhan kebutuhan dan akses bagi anak penyandang disabilitas,” tuturnya.

Para orangtua atau pengasuh harus memberikan pemahaman serta ilmu kepada penyandang disabilitas agar bisa mandiri serta siap dalam memasuki dunia kerja.

Bagikan