Masuk

Diduga Dokumen Penting Sempat Dihilangkan Tersangka ACT, Polisi: Sudah Ditemukan Penyidik

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Diduga dokumen penting sempat dihilangkan oleh tersangka ACT. Namun. Polisi dalam pernyataannya mengakui dokumen tersebut sudah ditemukan oleh penyidik, diduga dipindahkan ke lokasi Bogor, Sabtu 30 Juli 2022.

Bareskrim Polri menyampaikan dokumen penting diduga sempat dihilangkan oleh tersangka kasus penggelapan donasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) alhasil ditemukan.

“Sudah ditemukan oleh penyidik,” sebut Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan kepada wartawan, Sabtu 30 Juli 2022.

Baca Juga: Mahasiswi di Makassar Mengaku ke Polisi Temukan Bayi, Ternyata Anaknya Sendiri

Ia menyebut dokumen penting itu dipindahkan tersangka ke Bogor.

Tetapi, Ia tidak menerangkan secara detail identitas tersangka yang memindahkan dan isi dokumen itu.

“Ada beberapa dokumen penting dipindahkan ke lokasi Bogor. Nanti kita dalami kembali,” terangnya.

Baca Juga: Kapolri Imbau Polri Jangan Ghosting Warga

Sebelumnya, ternyata tersangka dugaan kasus penggelapan donasi ACT diduga sempat menghilangkan barang bukti.

Hal itu terungkap ketika penggeledahan dilakukan pihak kepolisian.

Kemudian disampaikan oleh Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan. Ia mengatakan terdapat beberapa dokumen yang diduga hilang.

“Karena terbukti minggu lalu kami melaksanakan geledah di kantornya ACT, ada beberapa dokumen yang sudah dipindahkan dari kantor tersebut,” ucap Whisnu di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 29 Juli 2022.

Baca Juga: Ditahan di Rutan, Kuasa Hukum Nikita Mirzani Ajukan Penangguhan Penahanan

Menurut Whisnu hal tersebut menjadi alasan penyidik menggelar penahanan kepada keempat tersangka. Kata dia, tersangka mesti ditahan lantaran dikhawatirkan menghilangkan barang bukti.

“Sehingga kekhawatiran penyidik para tersangka tersebut akan menghilangkan barang bukti dan hari ini malam ini sesuai dengan keputusan gelar perkara malam ini akan dilakukan penahanan terhadap 4 tersangka dalam perkara tersebut,” jelasnya.

Disebut ACT selewengkan Rp 34 miliar dana Boeing, Rp 10 miliar untuk Koperasi Syariah 212.

Bareskrim Polri sudah menemukan adanya dugaan penyelewengan dana yayasan filantropi ACT dari donasi CSR Boeing Community Invesment Found (BCIF).

Kata Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirttipideksus) Bareskrim Polri, Kombes Helfi Assegaf, dana BCIF disalurkan sebetulnya berjumlah Rp 138 miliar.

Dari jumlah total itu, sebesar Rp 34 miliar tidak digunakan sesuai peruntukannya.

“Total dana yang diterima oleh ACT dari boeing kurang lebih sekitar Rp 138 Miliar, kemudian digunakan untuk program yang telah dibuat oleh ACT kurang lebih Rp 103 miliar,” terang Helfi, dikutip Tribunnews.com dari kanal YouTube Kompas TV.

“Sisanya Rp 34 miliar digunakan tidak sesuai peruntukannya,” sambungnya.