Soroti Sponsor Bir di Formula E, Wasekjen PA 212: Ini Perhelatan Maksiat, Untuk Umat Islam!

Terkini.id, JakartaWasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin belum lama ini turut menyoroti soal sponsor bir di Formula E yang sempat menuai perbincangan public.

Dalam keterangannya, Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin mengecam keras panitia penyelenggara Formula E.

Di mana, Novel Bamukmin mengatakan perusahaan produsen bir itu tak seharusnya menjadi sponsor ajang bertaraf internasional itu sebab itu sama saja  mengajarkan warga Jakarta yang mayoritas terdiri dari umat Islam menenggak minuman beralkohol yang jelas dilarang agama.

Baca Juga: Usai Isu Megawati Soal Tukang Bakso, Anies Puji Tukang Bakso:...

Dia lantas mengatakan Formula E kini menjadi ajang perhelatan maksiat. 

“Apalagi ada both-both di lokasi sirkuit maka terjadi transaksi dan minum di lokasi sekaligus jelas ini perhelatan maksiat,” tuturnya. Dikutip dari Populis. Sabtu, 28 Mei 2022.

Baca Juga: Sirkuit Formula E Tak Diizinkan Dipakai Street Race Roda Dua,...

Lanjut “Dengan sponsor minuman keras secara internasional dan nasional sudah jelas sama saja untuk umat islam disuruh menenggak minuman keras,” kata Novel.

Keberadaan sponsor bir semakin tak bisa diterima karena acara tersebut merupakan besutan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dikenal sebagai sosok islamis.

Sehingga sponsor tersebut sama sekali tidak merepresentasikan kepribadian Anies.

Baca Juga: Sirkuit Formula E Tak Diizinkan Dipakai Street Race Roda Dua,...

“Disitu ada Anies Baswedan yang terpilih karena umat islam yang bela agama, jelas sangat mencolok sekali ketimpangannya dan jelas praktek haram tersebut tidak bisa ditolerir,” pungkasnya.

Novel menyebut penolakan yang ia lakukan terhadap keberadaan sponsor bir sebagai upaya agar pihaknya tidak terseret dengan jerat kemungkaran.

Ia juga menegaskan akan terus melawan sebagaimana dilakukan oleh para pejuang terdahulu di Jakarta yang terus mengedepankan nilai-nilai islam.

“Jakarta ini lahir oleh para pejuang dalam membela agama islam melawan para penjajah, dan sampai saat ini dipertahankan dengan aksi 212 dari cengkraman penjajahan oligarki,” tandasnya.

Bagikan