Masuk

Setelah Pandemi Covid-19, STIK Tamalatea Makassar Wisuda 166 Orang Secara Tatap Muka

Komentar

Terkini.id, Makassar – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea Makassar melaksanakan wisuda tatap muka secara penuh untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19 melanda.

Wisuda secara tatap muka ini diharapkan menjadi momentum bangkitnya kembali aktivitas masyarakat setelah dua tahun lebih dilanda pandemi Covid-19.

Pada wisuda tahun ini STIK Tamalatea melantik 166 wisudawan yang terdiri 119 lulusan S-1 Kesehatan Masyarakat dan S-2 Magister Kesehatan Masyarakat sebanyak 47 orang.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Mulai Mendaki, Belasan Sekolah di Jakarta Tutup PTM: Guru dan Siswa Positif

Rapat senat terbuka tersebut berlangsung di Hotel Dalton, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sabtu, 24 September 2022.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea Makassar, Rahmawati Azis berpesan pada pada para wisudawan agar ilmu yang mereka serap selama duduk di dunia kampus bisa diaplikasikan pada masyarakat luas. 

Utamanya pada masyarakat sekitar jika kelak wisudawan pulang ke kampung halamannya masing-masing.

Baca Juga: Buka Rapat Kerja, Ketua STIK Tamalatea Makassar: Sudah Siap Jadi Institut

Tak lupa, Rahmawati menyampaikan ucapan terima kasih pada orang tua wisudawan yang juga hadir menyaksikan putra putrinya dikukuhkan. 

Menurutnya, kemajuan STIK Tamalatea Makassar tidak terlepas dari peran orang tua para mahasiswa yang telah mempercayakan kampus itu sebagai tempat anaknya menimba ilmu. 

“Wisuda ini bukan akhir dari proses pembelajaran namun juga akan menjadi awal baru dalam menuju tahap selanjutnya. Baik secara akademik maupun non akademi. Alumni wajib mengaplikasikan ilmunya pada masyarakat dan dan tetap menjaga nama baik almamater kampus,” tegasnya.

Dalam prosesi pembelajaran STIK Tamalatea Makassar ke depan akan menerapkan sistem Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi).

Baca Juga: Hari Ini, STIK dan STIPAR Tamalatea Makassar Wisuda 165 Mahasiswa

Maka dari itu, ia menekankan agar para tenaga pendidik, juga para mahasiswa lebih aktif mempelajari teknologi.

Sementara itu, Wakil Bupati Maros Suhartina Bohari hadir menyampaikan orasi ilmiah ihwal pengembangan SDM kesehatan berwawasan entrepreneurship era society 50. Salah satunya membahas peran tenaga kesehatan untuk melawan stunting.

Ia mengatakan angka stunting pada anak harus menjadi perhatian guna keberlanjutan generasi bangsa.

Kesuksesan negara, menurut Suhartina, sangat ditentukan dengan kesehatan generasi penerus. Baik yang akan berkiprah di negara luar maupun dalam negeri.

“Dampak stunting tidak disadari, padahal sangat berdampak pada siklus kehidupan baik pada jangka pendek menengah. Maupun jangka panjang, bahkan stunting ini diukur sebagai keberhasilan bangsa,” ujarnya.

Suhartina juga berpesan agar para wisudawan yang sudah memiliki modal pengetahuan untuk mengabdi di masyarakat bukan hanya berpikir mencari kerja. Namun, kata dia, berupaya menciptakan dunia sendiri dengan menghadirkan lapangan kerja. 

“Kita ciptakan pekerjaan bagi orang, ilmu kesehatan sangat kita perlukan saat ini. Berdasarkan ilmu kesehatan mencegah lebih baik dari mengobati,” tuturnya.