Terkini.id, Makassar – Di tengah sorotan BPJS yang mengalami defisit, Ketua STIK Tamalatea Makassar Rahmawati Azis mengurai masalah tersebut.
Dia mengatakan program BPJS kesehatan masih menderita tiga masalah utama.
“Di antaranya, perihal kepesertaan, biaya operasional, dan pelayanan. Apapun penyebab utama BPJS mengalami defisit, menurut saya, sudah saatnya pemerintah mulai mengambil tindakan pada upaya promotif dan preventif,” kata dia kepada Terkini.id, Selasa, 3 September 2019.
Ia pun mengingatkan slogan “pencegahan lebih baik dari pengobatan” hanya menjadi wacana semata. Untuk itu, Rahmawati menawarkan gagasan mengenai inovasi program pembanguan kesehatan.
“Konsep kebijakan Satu SKM Satu Desa diharapkan menjadi salah satu alternatif solusi dalam menjawab kompleksitas masalah kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
- Setelah Pandemi Covid-19, STIK Tamalatea Makassar Wisuda 166 Orang Secara Tatap Muka
- Keluarga Besar STIK Tamalatea Berduka, Yuyun Wahyuni Meninggal Saat Bertugas
- STIK Tamalatea Makassar Seleksi Calon Mahasiswa Baru Secara Daring
- Pameran Perguruan Tinggi Swasta, STIK Tamalatea Makassar Tampilkan Keunggulan Kampus
- Mapala STIK Tamalatea Makassar Hadirkan Pakar Ulas Masalah Kesehatan Lingkungan
Dia mengatakan, Satu SKM satu Desa merupakan konsep yang lahir dari organisasi profesi Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI).

Ia menjabarkan bahwa satu desa mesti memiliki satu tenaga kesehatan masyarakat yang terpadu dengan tim kesehatan untuk memberi pencegahan promotif.
“Saya tentunya sangat mendorong dan memiliki komitmen akan turut mengambil bagian dengan konsep “Satu SKM Satu Desa,” ungkapnya.
Apabila terealisasi, kata dia, ia berharap bisa memberi dampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat seoptimal mungkin. Pasalnya, menurut Rahmawati, setiap negara tak terkecuali Indonesia, berhadapan pada permasalahan kesehatan, baik itu penyakit tidak menular maupun menular.
“Negara dituntut memperbaiki segera masalah dengan berbagai cara yang dianggap paling efektif dan efesien,” ungkapnya.
Ia menegaskan, bila pemerintah berkomitmen untuk memprioritaskan upaya promotif dan preventifnya, maka sebagai konsekuensinya tentu pendanaan juga harus tersedia.
Melihat masalah BPJS yang bermasalah, dia menyebut usulan program “Satu SKM Satu Desa” untuk Indonesia sehat menjadi alternatif solusi yang tepat.
“Keberadaan SKM di tingkat desa atau kelurahan, benar-benar mampu memandirikan masyarakat untuk hidup sehat,” paparnya.
Dia mengurai, bila masyarakat hidup sehat, maka pembiayaan untuk orang sakit dapat ditekan serendah mungkin. Ia pun berharap pemerintah bisa mengimplementasikan program terbaik untuk Indonesia yang lebih sehat.
“Sehat itu mahal, tetapi dapat lebih mahal lagi bila kita mengalami sakit,” pungkasnya.
Rahmawati menerangkan, bila upaya pencegahan melalui promosi kesehatan lemah, maka program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan bangkrut. Hal itu, kata dia, lantaran biaya kesehatan tersedot membiayai penyakit yang bisa dicegah.
“Sekarang saja BPJS mengalami defisit, penyebabnya di mana besaran klaim yang dibayarkan perusahaan selalu lebih besar dibandingkan biaya premi yang diterima,” cetusnya.
Dia menyebut, besarnya pengeluaran yang dibayarkan BPJS Kesehatan, sementara iuran yang masuk tergolong minim. Sederhananya, kata dia, besar pasak daripada tiang.
Ia menilai upaya pemerintah menaikkan premi hingga sekitar dua kali lipat sebagai langkah menghadapi defisit BPJS keliru.
“Tentunya kebijakan ini akan memberatkan beban masyarakat. Solusi yang efektif dan efesien dalam Pembangunan Kesehatan sebagai upaya meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat melalui upaya Promotif dan Preventif, yang dilakukan oleh SKM sebagai Tenaga Kesehatan Masyarakat,” paparnya.
Dia mengingatkan bahwa masalah kesehatan masyarakat sangatlah kompleks dan dalam menyelesaikannya tidak semudah yang kita pikirkan.
“Namun, upaya preventif menjadi solusi untuk menangani masalah tersebut. Upaya preventif dan promotif adalah solusi untuk negeri ini guna mewujudkan Pembangunan Kesehatan menuju Indonesia Sehat,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
