Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan melalui skema Multi Years Project (MYP), dengan sejumlah ruas strategis kini mulai memasuki tahap pengaspalan.Percepatan ini menjadi bagian dari prioritas Pemprov Sulsel di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi, dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dasar secara merata di seluruh wilayah.Program MYP tersebut terbagi dalam beberapa paket pekerjaan yang tersebar di berbagai kabupaten/kota dan dilaksanakan secara bertahap sesuai jadwal kontrak multiyears tahun anggaran berjalan.Pembaruan terbaru menunjukkan progres pada Paket 1 dan Paket 2 mulai bergerak, meskipun sebagian ruas masih berada pada tahap awal pengerjaan.Persentase progres pada beberapa ruas mencerminkan tahapan awal pekerjaan serta pekerjaan dasar sebelum pengaspalan dilakukan secara menyeluruh.Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Muhammad Rosyadi, mengatakan bahwa pekerjaan terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.“Paket 1 dan Paket 2 saat ini mulai bergerak, meskipun sebagian ruas masih berada pada tahap awal pengerjaan,” ujarnya, Kamis, 3 April 2026.Pada Paket 1, ruas Ujung Lamuru - Palattae serta ruas Panciro - Batas Kota Makassar tercatat telah mencapai progres sekitar 0,309 persen
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus memacu pengerjaan Multiyears Project (MYP) pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah.Hingga saat ini, progres pekerjaan pada Paket 1 senilai Rp430 miliar yang mencakup 14 ruas jalan menunjukkan perkembangan bertahap.Adapun progres pengerjaan pada sejumlah ruas jalan hingga saat ini, antara lain Ruas Gowa - Tondong (Sinjai) 2,22%, Ruas Tanete - Tanaberu: 2,15%, Ruas Burung-Burung - Bili-Bili 41,51%, Jalan HM Yasin Limpo 11,78%, dan Ruas Hertasning 63,76%.Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan bahwa proyek ini menjadi salah satu prioritas untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.“Pekerjaan terus kami dorong agar berjalan sesuai target
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Mizar Roem menyoroti dua kontraktor yang mengerjakan proyek jalan Pemprov Sulsel paket 2, di Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar.Dua kontraktor yaitu, PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (Jakon) dengan konsorsium lokal PT Harfia
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan mendukung penuh pengawasan yang dilakukan DPRD Sulawesi Selatan terhadap pelaksanaan proyek preservasi jalan yang masuk dalam paket Multiyears Contract (MYC) Paket 1.Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Andi Ihsan, mengatakan pengawasan dewan merupakan bagian dari fungsi representasi masyarakat yang perlu didukung oleh pemerintah daerah.“Pada prinsipnya pengawasan dewan kita dukung sepenuhnya karena itu bagian dari tugas dan fungsinya sebagai perwakilan masyarakat,” ujar Ihsan, Kamis 5 Februari 2026.Ia menjelaskan, kualitas pekerjaan jalan dalam proyek tersebut tetap mengacu pada spesifikasi teknis yang ditetapkan
Kejaksaan Negeri Soppeng kembali menetapkan satu tersangka dalam kasus korupsi proyek jalan di kantor PPTK UPT Wilayah V Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan..
Proyek Peningkatan jalan Poros Pekkae-Soppeng sangat berbahaya bagi warga, pengguna jalan, dan utamanya aktivitas pendidikan. Pasalnya, proyek tersebut menyebabkan debu yang sangat mengganggu.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel melanjutkan penanganan pada ruas jalan di Boro, Kabupaten Jeneponto.