Tahun Politik, Transaksi Perdagangan Berjangka Tumbuh 33,17 Persen

Branch Manager Solid Gold Makassar, Kezia Pingkan Deky Massie, memberi konferensi pers di Hotel Ibis, Rabu 15 Mei 2019
Branch Manager Solid Gold Makassar, Kezia Pingkan Deky Massie, memberi konferensi pers di Hotel Ibis, Rabu 15 Mei 2019

Terkini.id, Makassar – Perusahaan pialang komoditas berjangka, PT Solid Gold mencatat pertumbuhan bisnis yang signifikan.

Pertumbuhan yang tinggi itu menunjukkan bisnis perdagangan berjangka komoditi di Makassar juga makin prospektif seiring dengan semakin tingginya jumlah investor yang melakukan transaksi.

Pada tahun 2018, Solid Gold mencatat volume transaksi yang mencapai 377.792 lot atau meningkat 33,17 persen dibandingkan tahun 2017 sebesar 283.702 lot.

Pencapaian tersebut didorong oleh pertumbuhan volume transaksi bilateral (SPA/Sistem Perdagangan Alternatif) sebesar 37,18 persen, menjadi 344.016 lot, sementara hasil volume transaksl multilateral (komoditi) naik tipis 2,60% dari tahun sebelumnya sebesar 32.920 lot.

Pertumbuhan yang positif ini tidak lepas dari dukungan kestabilan pasar dan harga komoditas terutama pada emas, kakao dan olein.

Meski di tengah tahun politik yang menghangat, penumbuhan tersebut telah membuktikan bahwa nasabah tidak surut untuk berinvestasl di instrumen perdagangan berjangka.

“Kami bangga dengan pencapaian di tahun 2018. lni menunjukkan bahwa pasar industri berjangka terus berkembang dan memiliki potensi yang luas. Selain itu, membuktikan bahwa kekuatan tim SGB berhasil meraih target dengan pertumbuhan yang positif,” terang Direktur Utama PT Solid Go|d Beriangka, Iriawan Widadi saat konferensi pers dan buka bersama di Hotel Ibis, Rabu 15 Mei 2019.

Hingga akhir Desember 2018, total nasabah baru SGB tercatat mencapal 1.139 nasabah. Hal inl mengalami peningkatan sebesar 31,52 persen dibandingkan tahun 2017 sebanyak 866 nasabah baru.

Catatan positif ini menunjukkan tingkat kepercayaan nasabah yang semakin kuat terhadap SGB serta dukungan yang besar darl seluruh karyawan dan para stakeholder.

Saat ini, SGB tercatat sudah memiliki 1 kantor pusat di Jakarta dan 5 kantor cabang di Jakarta, Semarang, Lampung, Makassar dan Denpasar. Ke depan, Perseroan berencana akan memperluas ekspansi ke beberapa kota besar lainnya untuk menjangkau nasabah secara lebih dekat.

Sistem Informasi Transaksi Nasabah

Untuk meningkatkan layanan dan transparansi, SGB inga telah memfasilitasi sistem pelaporan transaksl perdagangan berjangka melalui SITNA atau Sistem Informasi Transaksi Nasabah yang dlsedlakan oleh KIiring Berjangka Indonesia dan Bursa Berjangka Jakarta.

Iriawan mengatakan, dengan adanya SITNA, setiap transaksi kontrak berjangka yang tercatat di bursa berjangka dapat dipantau oleh nasabah kapan pun dan mana pun. Ini menjadi komitmen perseroan dari sisi transparansi.

Selanjutnya, dalam rangka memperkuat penetrasi pasar, SGB mulai melakukan edukasi untuk meningkatkan Iiterasi terhadap produk investasi derivatif sekaIigus memperbesar size industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) seiring minat yang tinggi dari para investor.

Edukasi juga tidak hanva diberikan kepada calon nasabah tetapi juga kepada para pekerja media dan masyarakat umum nantinya.

Dengan demikian, diharapkan ruang pertumbuhan bagi para pelaku industri pun semakln luas.

“Keberlanjutan dan pertumbuhan industri Perdagangan Berjangka Komodltl tak Iepas dari generasi muda. Oleh karena itu mulai sekarang, SGB pun sudah bergegas mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang andal dan profesional untuk membangun era baru industri Perdagangan Berjangka Komoditi dl masa depan,” terang Iriawan.

Pertumbuhan Nasabah di Makassar

Sementara itu, untuk di Makassar, pertumbuhan nasabah baru sudah terlihat sejak tahun 2015. Saat ltu masuh berjumlah 69 nasabah, lalu nalk di tahun 2016 mencapai 199 nasabah.

Tahun 2017, jumlah kembali naik hingga 205 nasabah dan tahun 2018 mencapal 206 nasabah.

Sepanjang 2018, total volume transaksi SGB Makassar ditopang oleh 2 volume transaksi yaitu volume transaksi bilateral atau Sistem Perdagangan Alternatlf (SPA) dan Volume transaksi Multilateral.

Total volume transaksi SGB Makassar mencapai 87,214 lot yang meski mengalaml koreksi tipis di 4,59%, dari tahun sebelumnya di bilangan 91,412 Iot di 2017 namun tidak memupus optimisme untuk mencatat target pertumbuhan volume transaksi sebesar 20% untuk tahun 2019 dari tahun Ialu.

Berita Terkait
Komentar
Terkini