Terkini.id, Jakarta – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu ikut menanggapi soal pengerahan aparat polisi ke Desa Wadas yang diketahui saat ini menjadi perbincangan publik.
Said Didu pun lewat cuitannya di Twitter, Rabu 9 Februari 2022, menaruh curiga bahwasanya pengerahan polisi ke Desa Wadas itu merupakan perintah Presiden Jokowi.
Ia mencurigai, pengerahan aparat ke Desa Wadas itu adalah implementasi dari perintah Presiden Jokowi ke Kapolri pada 2021 silam agar pihak Polri bisa menjaga investasi di Indonesia.
“Apakah pengerahan polisi ke Desa Wadas, Purworejo, Jateng sebagai implementasi perintah Presiden dan Kapolri agar Kapolda menjaga investasi?,” cuit Said Didu.
Dalam narasi cuitannya itu, Said Didu juga menyertakan sejumlah foto tangkapan layar artikel pemberitaan dari berbagai media nasional.
- Kabar Rencana PPN Naik Jadi 12 Persen Tahun 2025, Said Didu: Pemerasan Rakyat
- Pemerintahan Jokowi Habiskan Rp 2.778 Triliun Bangun Tol Hingga Bandara, Said Didu: Ini Kebohongan Publik
- Said Didu Sorot Permintaan Jokowi ke China Terkait IKN hingga Singgung Kereta Cepat
- Kritik Subsidi Mobil Listrik, Said Didu Berikan Contoh Alur Merampok Rakyat Melalui Kebijakan
- Stafsus Kemenkeu Disemprot Said Didu Usai Bahas Dana Pajak
Diihat dari foto tangkapan layar artikel pemberitaan itu, tampak sejumlah media nasional memberitakan soal perintah Jokowi kepada Kapolri untuk menjaga investasi di daerah di Indonesia.
“Jokowi Minta Polri Kawal Investasi: Jika Kapolda Tak Bisa Mengawal, Ganti!,” demikian judul salah satu media nasional yang diunggah oleh Said Didu.

Diketahui, sejumlah aparat polisi dikerahkan ke Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo untuk melakukan penjagaan terkait proyek bendungan nasional.
Terkait hal itu, beredar luas di media sosial sebuah video yang menyebut adanya ribuan personel mengepung Desa Wadas.
Adapun video pengerahan polisi ke Desa Wadas tersebut diunggah pengguna media sosial Wadas_Melawan. Ia menyebut ribuan polisi mencoba mencopot dan merusak banner penolakan tambang batu andesit di sepanjang jalan Desa Wadas.
“Ribuan polisi sudah sampai jalan depan masjid, dimana seluruh masyarakat berkumpul, bermujahadah bersama di masjid. Diduga polisi tersebut juga mencopot dan merusak banner di sepanjang jalan,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
