Terkini.id, Jakarta – Aksi demo di Mapolda Sumbar kembali digelar oleh ratusan masa dari DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).
Untuk menuntut Ade Armando agar segera ditangkap setelah dilaporkan dengan kasus dugaan penghinaan terhadap orang minang.
“Lho ini maksudnya apa? Memang orang minang nggak boleh belajar Injil. Memang orang minang nggak boleh beragama Kristen? Kok Sumatera Barat jadi Provinsi terbelakang seperti ini sih? Dulu kayanya banyak orang pintar dari Sumatera Barat. Kok sekarang jadi lebih kadrun dari kadrun?” Tulis Ade Armando di Facebook tahun 2020.
Di tahun 2020 itu pula tepatnya pada bulan Juni, Ade Armando telah dilaporkan ke Polda Sumbar, oleh Wendra Yunaldi selaku Koordinator Kuasa Hukum dari Badan Koordinasi Adat Nagari (Bakor KAN).
Namun karena dirasa tidak ada kejelasan terkait kelanjutan proses hukumnya yang berjalan.
- Ketum PSI, Kaesang Pangarep Tegur Keras Ade Armando
- Kader PSI Ade Armando: PDIP Partai Sombong, Kesombongan Mereka Mahal
- Ade Armando Resmi Gabung dengan Partai PSI, Bakal Diumumkan Sore Ini
- Ade Armando Yakin Anies Baswedan Bakal Menang Jika Ganjar Pranowo Tak Maju
- Ade Armando Prediksi Anies Baswedan Akan Libatkan Politisasi Islam di Pilpres 2024
Sehingga KNPI Sumbar kembali mendesak agar Polda Sumbar lebih transparan dalam menangani kasus yang menjerat Ade Armando tersebut.
“Kami hanya ingin tahu bagaimana perkembangannya saja, bagaimana kelanjutannya. Jika ada proses yang berlangsung tolong disampaikan. Jadi kami tahu bagaimana perkembangannya. Kami hanya meminta Polda Sumbar transparan.” katanya kepada wartawan. Dikutip Terkini.id dari rmoljawatengah.id.
Pihak KNIP juga menuntut supaya kasus tersebut segera diproses karena hal ini menyangkut harga diri masyarakat Minangkabau.
“Walaupun sudah ada proses dan penanganan. Tapi kami menuntut agar prosesnya lebih dipercepat. Kami akan terus lakukan pengawalan. Kami akan terus membela harga diri kami sebagai masyarakat Minangkabau.” Ucapnya.
Perwakilan dari KNIP tersebut menjelaskan Minggu lalu telah datang ke Mapolda dengan aksi damai, dalam tuntutan yang sama. Pada saat itu pihak dari Polda telah mengatakan akan memproses. Tapi hingga saat ini proses tersebut tidak kunjung tampak.
Sehingga Kamis, 6 Oktober 2022, mereka kembali lagi berdemo untuk menuntut Ade Armando di Mapolda Sumbar.
Para pendemo membawa bendera DPD KNPI Sumbar serta beberapa spanduk yang di antaranya berisi “Tangkap Ade Armando, Kami tidak akan berhenti sebelum ditangkap” juga terdapat spanduk yang berisi “Tangkap Pemecah Belah Kesatuan.3” Bahkan spanduk yang berisi “Polda Sumbar Jangan Lelet Tangani Kasus Ade Armando.”
Wakil Ketua OKK DPD KNPI Sumbar, Muhammad Fajri mengatakan kedatangan mereka bertujuan menuntut Polda Sumbar segera mengusut tuntas kasus Ade Armando yang telah melecehkan masyarakat Minangkabau.
Sementara itu, Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Sumbar, Kompol Arie Sulistyo Nugroho ketika menemui para pendemo menjelaskan yang bersangkutan (pelapor) tidak pernah menemui rintangan untuk menghadapi perkembangan kasus tersebut. Ia mengatakan pihaknya hanya akan memberikan penjelasan secara langsung kepada pelapor.
“Kasus terus berjalan. Kita tidak pernah menghentikan kasusnya. Namun untuk menjelaskan ke teman-teman KNPI kami tidak bisa. Karena kewajiban kami adalah kepada para pelapor.” Ujarnya, Kamis 6 Oktober 2022.
Kompol Arie Sulistyo Nugroho juga mengatakan besok akan mengirimkan undangan klarifikasi kepada terlapor Ade Armando.
“Pada tuntutan rekan-rekan pertama kali, kami sudah sampaikan ke pusat. Kami besok berencana mengirimkan undangan klarifikasi ke terlapor.” Ucapnya.
Ia juga mengatakan pelapor selama ini tidak pernah menemui pihaknya dan menanyakan perkembangan kasus tersebut.
Meskipun sempat diguyur gerimis. Aksi tetap berlangsung kondusif hingga berakhir dengan damai. Akan tetapi para pendemo mengatakan akan kembali datang untuk mengikuti perkembangan kasusnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
