Terjerat Dugaan Penghinaan Anggota Bamus DPRD Jeneponto, Pelapor Enggan Cabut Laporan

ST membacakan surat permintaan maafnya di depan awak media di ruang Penyidik Sat Reskrim Polres Jeneponto

Terkini.id, Jeneponto – ST, terduga pelaku penghinaan 9 anggota Badan Musawarah (Bamus) DPRD Jeneponto melalui sosial media Group WhatsApp meminta maaf.

Permintaan maaf ini disampaikan di depan awak media di ruang penyidik Sat Reskrim Polres Jeneponto, Rabu, 5 Januari 2020.

Permintaan maaf ST disaksikan oleh Plt Kasubag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul dan Kanit PPA Polres Jeneponto, IPDA Uji. M serta Penyidik Sat Reskrim Polres Jeneponto.

“Atas nama pribadi yang dalam keadaan sadar tanpa paksaan, bujukan, tekanan ataupun intimidasi dari pihak manapun, saya ST menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada anggota Bamus DPRD Jeneponto yang berjumlah 9 orang yang hadir dalam rapat Penentuan jadwal paripurna pergantian Ketua DPRD Jeneponto,”jelasnya.

Ia juga mengaku bersalah dan khilaf yang telah menulis dan mengunggah kalimat di media sosial mengatakan “Semoga anggota Bamus DPRD Jeneponto yang hadir kemarin 9 orang dan nilai masing-masing satu juta. Murahanmu…!!!

Menarik untuk Anda:

“Kalimat yang saya tulis dan posting itu tidaklah benar jika anggota Bamus mendapat memperoleh uang maupun dalam bentuk lain yang berkaitan dengan rapat tersebut,” terangnya.

“Perbuatan tersebut tidak akan saya ulangi dan bilamana dikemudian hari perbuatan tersebut saya ulangi  maka saya bersedia diproses hukum baik secara pidana maupun perdata,” sambung dia.

Dia pun berharap kerendahan hati anggota Bamus DPRD Jeneponto untuk memaafkan dirinya.

“Demikianlah permohonan maaf ini saya buat dengan sebenar-benarnya, dan besar harapan saya agar kiranya anggota Bamus DPRD Jeneponto dapat memanfaatkan saya,” harapnya.

Sementara itu, Kanit PPA, Ipda Uji.M yang menangani kasus ini mengatakan, kasus penghinaan anggota Bamus DPRD Jeneponto sudah ada jalan damai.

“Sudah ada jalan damai, pelapor belum mencabut laporannya, baru satu orang anggota Bamus yang tanda tangan,” kata Ipda Uji.

Ditanya apakah terlapor di tahan, Ipda Uji Mengatakan tidak ada penahanan.

“Tidak ada penahanan dalam proses penyelidikan, yang ada penahanan dalam proses penyidikan bilamana persyaratan-persyaratannya terpenuhi,” katanya.

Sedangkan, Wakil Ketua DPRD Jeneponto, Irmawati yang merupakan pihak pelapor mengaku telah mengetahui adanya permintaan maaf terlapor pencemaran nama anggota Bamus DPRD Jeneponto.

“Iye, saya mewakili teman-teman memaafkan, tapi selanjutnya biarkan prosesnya berjalan sesuai hukum,” kata Irmawati, Rabu, 5 Februari 2020.

Dia pun mendengar terlapor sudah ditahan di Polres Jeneponto.

“Hari ini saya dengar pak ST sudah bermalam di Polres,” kata Irmawati.

Ditanya apakah laporannya di Polres Jeneponto akan dicabut, Irmawati menjawab dengan singkat tidak.

Dimana sebelumnya, Enam anggota DPRD Kabupaten Jeneponto mendatangi sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polres Jeneponto, Jumat, 10 Januari 2020, sekitar pukul 16.30 Wita.

Mereka datang ke kantor Polres Jeneponto untuk melaporkan pemilik akun WhatsApp atas nama Supriadi Kartom terkait pencemaran nama baik.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

World Cleanup Day, Pemkab Jeneponto Dilaksanakan di Tujuh Kecamatan

Wakil Bupati Sebut Akuntabilitas Pemkab Jeneponto Berada Pada 50,26 Persen

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar