Makassar Terkini
Masuk

Terungkap! Dua Kuburan Korban Kerangkeng Manusia di Langkat, Diduga Korban Penganiayaan

Terkini.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu publik dikejutkan oleh adanya penemuan kerangkeng manusia di rumah pribadi milik Bupati Langkat.

Adanya kerangkeng yang berkedok rehabilitasi tersebut, melibatkan kekerasan dan perbudakan hingga menyebabkan kematian.

Melihat hal tersebut, Guru Besar Sosiologi Universitas Airlangga (Unair) Bagong Suyanto mengatakan miliu semacam itu tergolong dalam bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Kalau dalihnya untuk rehabilitasi, jangan diperlakukan sebagai terdakwa yang dihukum, tetapi harus diperlakukan sebagai korban,” kata Bagong, pada Sabtu 12 Februari 2022.

Bagong juga menerangkan, jika segala tindakan yang bertentangan dengan nilai dan norma dapat dianggap sebagai bentuk penyimpangan.

Tak hanya dikerangkeng, aparat penegak hukum menemukan adanya dugaan perbudakan serta penyiksaan hingga berdarah dan lebam di tubuh korban. Bahkan, ditemukan korban yang tewas.

Hal itu terungkap setelah Kepolisian Daerah Sumatera Utara melakukan penggalian dua kuburan penghuni kerangkeng manusia, pada Sabtu kemarin.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi menyampaikan bahwa pembongkaran kuburan itu dilakukan untuk keperluan autopsi jenazah guna melengkapi proses penyidikan.

“Pembongkaran kuburan ini untuk mendalami kasus adanya penghuni di kerangkeng milik Terbit yang meninggal dunia diduga menjadi korban penganiayaan,” katanya.

Hadi menyebutkan, dua kuburan yang digali tersebut bertempat di TPU Pondok VII, Kelurahan Sawit Sebrang dan di Desa Purwobinangun, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat.

“Identitas korban masing-masing A dan S. Penggalian kuburan ini melibatkan personel Ditreskrimum Polda Sumut serta Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut,” tandasnya.