Terkini.id, Surabaya – Momen Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sujud di kaki salah seorang dokte yang menangani covid-19 terekam dalam sebuah video dan menjadi viral.
Bu Risma diketahui sujud di kaki Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Remerging (Pinere) RSU dr Soetomo, dr Sudarsono saat audiensi bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jatim dan Surabaya.
Risma bahkan sampai sujud dua kali sambil menangis. Aksi itu risma lakukan setelah mendapat keluhan dari Sudarsono.
Apa yang Membuat Bu Risma Sujud?
Dalam audiensi tersebut, Sudarsono awalnya menceritakan tentang pasien COVID-19 di RSU dr Soetomo sudah overload.
- Hadapi Penerbangan Tertunda, Dalton Hotel Makassar Rilis Promo "Singgah Darurat" Rp485 Ribu
- 86 SPBU di Sulawesi Dikenai Sanksi Pembinaan Pertamina Patra Niaga Sepanjang 2026
- Cuaca Sulsel Hari Ini 7 September 2026: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan, Waspada Angin Kencang
- 15.177 KK Tamalate Dapat Iuran Sampah Gratis, Wali Kota Makassar: Syaratnya Sampah Harus Dipilah
- Dampak Abu Vulkanik, 46 Penerbangan dari dan ke Bandara Sultan Hasanuddin Dibatalkan
Namun, masih banyak masyarakat di luar yang tak patuh protokol kesehatan.
“Pasien di RSU dr Soetomo sedikit yang keluar, masuk banyak. Karena overload harus ditolak. Saat pasien nangis ditolak saya nangis di poli. Apa lagi saat dua teman saya gugur (terpapar COVID-19), masyarakat seperti ini (masih berkerumun). Mohon ada koordinasi. Karena kita nggak bisa memulangkan jika tidak negatif dua kali,” kata Sudarsono, Senin 29 Juni 2020 seperti dikutip dari detikcom.
Cerita-cerita Sudarsono itu kemudian membuat Bu Risma terharu dan merasa bersalah.
Sudarsono kemudian menyampaikan ingin menemui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya. Dia ingin para staf Dinkes merasakan beratnya menggunakan APD seperti yang dilakukan para tenaga medis. Di saat lelah melanda, membuka APD harus tetap hati-hati karena berbahaya.
Sudarsono menambahkan, pihaknya menyesalkan masih banyaknya warga Surabaya yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Yang membuat virus Corona terus menyebar.
“Saya ingin ketemu staf Bu Feny (Kadinkes) bagaimana rasanya mengeluarkan itu. Saat kita lelah akan sangat membahayakan. Yang di hulu sudah sangat bagus, di daerah itu saya pulang setengah 10 (malam) masih ada warung kopi anak-anak muda,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai Risma yang menangis hingga bersujud, Sudarsono menjawabnya dengan pujian terhadap sang wali kota. Menurutnya Risma merupakan wali kota yang sangat bertanggung jawab.
“Bagus kok. Bu Risma itu sangat-sangat istimewa. Justru itu kebaikan beliau sangat kelihatan di situ. Rasa tanggung jawab besar dan merasa bersalah ini suatu ibu wali kota yang luar biasa,” kata Sudarsono usai audiensi.
“Saya sebetulnya juga merasa ya apa, tapi saya ngomong apa adanya. Karena saya turun langsung, saya juga di poli, kadang-kadang di IGD, kadang-kadang merawat langsung pasien yang ada di ruang isolasi,” tambahnya.
Menurutnya, apa yang dia ucapkan sehingga membuat Risma menangis dan bersujud hanyalah kesalahpahaman. Ia menilai usaha Pemkot Surabaya dalam menangani COVID-19 sudah maksimal.
“Ya mungkin beliau salah paham dikira usahanya belum, padahal usahanya sudah maksimal,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
