Visi Misi Munafri Arifuddin Disebut Sejalan Dengan Program Gubernur Sulsel

Prof Yusran Jusuf
Prof Yusran Jusuf (kiri)

Terkini.id — Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sulsel, Prof Yusran Jusuf menyebut bahwa visi-misi Calon Walikota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi) sejalan dengan program Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah.

Menurutnya, tingkat pengangguran di Kota Makassar mencapai 4,9 persen atau tertinggi di Sulsel, dalam konsep gubernur, penanganannya adalah dengan mengembangkan entrepreneurship.

“Kalau saya lihat visi-misi Appi yaitu creative hub, itu nyambung betul dengan visi-misi pak gubernur. Sama-sama memiliki visi-misi mengurangi angka pengangguran,” kata Prof Yusran pada diskusi bertema “Sinkronisasi Program Gubernur dan Calon Walikota Makassar”, di Warkop 212 Toddopuli Makassar, Minggu 5 Januari 2019.

Dia membeberkan, pemerintahan Nurdin Abdullah telah menginisiasi pembangunan South Sulawesi Creative Hub (SSCH) di belakang Gedung Celebes Convention Center, Jalan Metro Tanjung Bunga dan ditargetkan selesai pada tahun ini.

Ruang kreatif ini akan dilengkapi berbagai fasilitas. Di antaranya, meeting room, working place, production house, expo product, ruang animasi, mini teater, ruang fotografi, dan sarana prasarana lain yang dianggap bisa memfasilitasi anak muda milenial.

Menarik untuk Anda:

“Kebutuhan Kota Makassar adalah pertama, walikota yang berwawasan entrepreneurship. Kedua, kedua walikota harus milenial. Dibutuhkan pemimpin yang memiliki visi kuat agar bisa membangun Kota Makassar tidak sekedar menjadi pintu gerbang Indonesia Timur, tapi tempat persinggahan atau pusat perekonomian kawasan timur Indonesia,” tandasnya.

Pada diskusi itu, Ketua Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Masika ICMI) Sulsel, Ardiansyah S Pawiru juga mengkritik jargon world city pemimpin yang dinilai hanya pemanis bibir.

Ia mencontohkan masalah pengelolaan transportasi publik yang jauh dari cerminan kota dunia seperti Singapura dan kota-kota besar lainnya. Belum lagi bicara penanganan banjir dan tingkat pengangguran yang tinggi.

“Kita ini selalu diidentikkan dengan world city, tapi kapan (terwujudnya.red)? Apakah world city itu bisa selesai hanya dengan bagi-bagi kartu smart saja?” kritik Ardiansyah.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Prof Rudy Sebut Rapid Test dapat Digunakan sebagai Diagnosa Covid-19

Wacana Perda Wajib Masker di Makassar, Sabri: Masih Banyak Masyarakat Tidak Patuh

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar