WALHI Sulsel Catat Kerugian Bencana Ekologis Capai Rp2,3 T

Terkini.id, Makassar – Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulsel, Muhammad Al Amin mengatakan kerugian materil bencana ekologis di Sulsel pada 2019 sebanyak 2,3 triliun.

Penyampaian itu ia sampaikan saat merilis catatan akhir tahun 2019 ihwal Degradasi Lingkungan dan Bencana Ekologis di Sulawesi Selatan.

“Bencana terbesar diakibatkan dari kebun atau sawah yang gagal panen sebesar 37.528,8 ha dengan kerugian materil 2.255.628.000.000 triliun,” kata Amin di Sekretariat WALHI Sulsel, Jalan Arupalla-Hertasning, Makassar, Selasa, 31 Desember 2019.

Baca Juga: WALHI Sulsel: Kota Makassar Tak Berdaya Hadapi Cuaca Ekstrem

Bencana lain, rumah warga yang terendam sebanyak 2316 dengan kerugian 23.160.000, dan rumah warga yang rusak sebesar 1062 dengan kerugian 31.860.000.000, serta ternak yang meninggal sebanyak 60 dengan kerugian 300.000.000.

WALHI, kata Amin, mencatat bahwa terdapat 86 kali kejadian dengan dengan 6 jenis bencana sepanjang tahun 2019. Hal itu, antara lain, banjir atau banjir bandang, angin puting beliung, longsor, kekeringan, kebakaran hutan, dan abrasi.

Baca Juga: DPRI RI Soroti Perpindahan Ibu Kota Negara: Bencana Ekologis Akan...

“Puting beliung sebanyak 46,5 persen, disusul banjir 29,1 persen, longsor 9,3 persen, kebakaran 7,0 persen, dan kekeringan 5,8 persen,” kata dia.

Amin memaparkan bahwa bencana terjadi lantaran alam mengalami pergeseran. Alam, kata dia, sejatinya selalu mencari keseimbangan.

Menurut dia, dulu, angin itu biasa saja lantaran ada pepohonan yang mereduksi sehingga kekuatannya tak besar. Namun karena hutannya hilang maka anginnya kencang sampai ke pemukiman.

Baca Juga: DPRI RI Soroti Perpindahan Ibu Kota Negara: Bencana Ekologis Akan...

“Alam bekerja untuk menyeimbangkan diri, bila ada yang tak sesuai maka dia akan terganggu,” paparnya.

Dia pun mencatat penduduk Sulsel yang terdampak bencana ekologis sepanjang 2019 sebanyak 1.032.852.

Untuk itu, Amin meminta Presiden Jokowi untuk mengeluarkan instruksi terkait percepatan pemulihan hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Sulsel.

“Juga menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang perlindungan kawasan ekosistem esensial karts,” paparnya.

Selain Presiden, Amin juga merekomendasikan kepada Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah untuk melakukan percepatan pemulihan hutan, Mangrove, dan Das di Sulsel.

Selain itu, membentuk tim terpadu penerbitan tambang ilegal di Sulsel, memperbaiki tata kelola pemerintahan terutama terkait keterbukaan informasi publik.

“Terakhir, melindungi ruang tangkap dan kehidupan nelayan tradisional di Sulsel,” urainya.

Amin menegaskan bahwa tak ada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat di tengah kerusakan lingkungan hidup.

Bagikan