Yasmib Sulawesi Bedah Buku Fiqih Disabilitas di Unhas

fiqih disabilitas
Swadaya Mitra Bangsa (Yasmib) Sulawesi menggelar diskusi buku Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas atau biasa disebut Buku Fiqih Disabilitas, di Gedung Pertemuan Ilmiah Universitas Hasanuddin, Selasa 30 April 2019

Terkini.id, Makassar – Swadaya Mitra Bangsa (Yasmib) Sulawesi menggelar diskusi Buku Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas atau biasa disebut Buku Fiqih Disabilitas.

Dari berbagai proses penyempurnaan, Buku Fiqih Disabilitas telah diluncurkan pada tanggal 29 November 2018 di Kantor Kemenko PMK oleh P3M. Buku ini lahir dari riset dan kajian.

YAKKUM, sebagai pengampu Pilar Disabilitas mendukung Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya mengadakan kajian awal melalui halaqah fiqih disabilitas yang diikuti oleh kyai, akademisi, dan aktivis disabilitas di tiga kota kantong santri di Jawa Timur.

Halaqah tersebut membahas persoalan-persoalan keseharian difabel dan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi sebagai acuan para pihak untuk memperhatikan hak-hak difabel.

Direktur Yasmib Rosniaty Azis mengatakan, diskusi ini penting karena realitasnya, dalam kehidupan beragama, berbagai pandangan dan interpretasi yang tidak tepat terhadap difabel masih sering terjadi.

Misalnya dengan menganggap disabilitas adalah bentuk kutukan. Akibat dosa orang tua di masa lalu. Sehingga berdampak pada perlakukan yang diskriminatif.

Atau sebaliknya, ada juga pandangan yang menganggap disabilitas adalah bentuk ujian bagi manusia. Jika bersabar terhadap ujian tersebut, yang bersangkutan akan naik derajat kemanusiaannya.

“Baik pandangan sebagai kutukan atau ujian, keduanya berdampak pada pelanggengan stigma. Menganggap difabel tidak setara,” kata Rosniaty, di Gedung Pertemuan Ilmiah Universitas Hasanuddin, Selasa 30 April 2019.

Menyadari bahwa interpretasi terhadap teks-teks agama seringkali menyumbang pada diskriminasi, maka lahirlah buku dari hasil kajian beberapa organisasi dan akademisi. Buku Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas.

Diskusi menghadirkan Ketua Tim Perumus Buku Fiqih Disabilitas

fiqih disabilitas
Swadaya Mitra Bangsa (Yasmib) Sulawesi menggelar diskusi buku Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas atau biasa disebut Buku Fiqih Disabilitas, di Gedung Pertemuan Ilmiah Universitas Hasanuddin, Selasa 30 April 2019

Yasmib Sulawesi sebagai mitra YAKKUM untuk Program Peduli Disabilitas di Sulawesi Selatan, bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kependudukan dan Gender (P3KG) Universitas Hasanudin, menyelenggarakan Bedah Buku Fiqih Disabilitas.

Menghadirkan narasumber Dosen IAIN Jember yang juga Ketua Tim Perumus Buku Fiqih Disabilitas Muhaimin Kamal, Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas Prof Veny Hadju, Wakil Rektor III UIN Alauddin Makassar Prof Aisyah Kara, dan Aktivis Difabel Abdul Rahman.

Puluhan peserta yang berasal dari berbagai pemangku kepentingan hadir dalam diskusi ini yaitu Komunitas Difabel, Organisasi Penyandang Disabilitas, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten, akademisi, tokoh agama, organisasi masyarakat sipil, organisasi keagamaan, mahasiswa, dan media.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang dialog bagi para pemangku kepentingan untuk mendiskusikan aspek-aspek penting dalam Buku Fiqih Disabilitas.

“Dapat menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan, penyusunan kebijakan, dan penyediaan layanan yang tidak diskriminatif bagi penyandang disabilitas,” kata Rosniaty.

Berita Terkait
Komentar
Terkini