Terkini.id, Jakarta –Yusuf Muhammad mengkritik penyidik Ditreskrimum Polda Jabar yang duduk mendengarkan penjelasan terlapor dugaan ujaran kebencian berbau SARA, Bahar bin Smith saat mendatangi sang penceramah untuk menyerahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).
Pegiat media sosial ini menilai bahwa penyidik seharusnya cukup menyerahkan SPDP dan pergi, bukan malah duduk mendengarkan penjelasan Bahar.
“Apakah jika rakyat biasa juga diperlakukan seperti ini?” kata Yusuf Muhammad melalui akun Twitter pribadinya pada Kamis, 30 Desember 2021.
“Mulut busuk Bahar kok didengerin. Harusnya datang kasih SPDP udah selesai!” sambungnya.
Host Cokro TV ini juga menyinggung bahwa Bahar bin Smith adalah seorang residivis dan bandit agama.
- Anies Baswedan Ganti RSUD Jadi Rumah Sehat Untuk Jakarta, Yusuf Muhammad: Bisa Disingkat RSJ
- Dokter Tifa Sebut Anies Genggam 85 Persen Suara Muslim jika Putrinya Berjilbab, Yusuf Muhammad Sindir Begini
- Ada Penonton Tersungkur saat Pembatas Tribun JIS Roboh, Yusuf Muhammad: Gabener Firaun Selalu Saja Bawa Petaka
- Pembatas Tribun JIS Roboh, Yusuf Muhammad: Jangan-Jangan Ini Trik Supaya Bisa Keluar Anggaran Lagi?
- Yusuf Muhammad: Gubernur 212 Sudah Panik hingga Nekat Gunakan Jurus Mabuk untuk Selamatkan Diri
Menurutnya, sikap penyidik Polda Jabar kepada Bahar bin Smith itu bukanlah tindakan humanis, melainkan menampar muka Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Sebagaimana diketahui, Jokowi pernah menegur soal Kapolda dan Kapolres yang sowan ke petinggi organisasi masyarakat (ormas) yang sering membuat keributan.
“Padahal yang di depan polisi itu bandit agama residivis. Humanis bukan seperti ini, kalau ini namanya menampar muka Jokowi!” kata Yusuf Muhammad.
Dalam cuitannya, ia menggunakan tagar “Pecat Kapolda Jabar” dan menandai akun Twitter Kapolri, Listyo Sigit Prabowo.
Bersama cuitannya, Yusuf Muhammad membagikan cuitan yang mengunggah video Bahar bin Smith dan Ditreskrimum Polda Jabar.
Dalam video yang beredar, nampak Bahar bin Smith menyampaikan beberapa hal kepada penyidik Polda Jabar terkait video ceramahnya soal Jenderal Dudung Abdurachman yang dipersoalkan.
Bahar bin Smith mengatakan bahwa dalam video ceramahnya tersebut, tidak ada ujaran berbau SARA.
“Kalau kebencian iya. Kok bisa? Iya, kebencian kepada kezaliman, kebencian kepada kemungkaran, kebencian kepada ketidakadilan,” kata bahar bin Smith.
“Berarti kalau ada yang merasa berarti dia pelaku daripada kezaliman dan ketidakadilan itu,” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
