2000 APD Akan Dibagikan ke Sejumlah RS Rujukan Covid-19 di Sulsel

Sebanyak 2000 APD telah tiba di Makassar.

Terkini.id — Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah mengatakan, sebanyak 2000 buah Alat Pelindung Diri (ADP) telah tiba di Makassar. 

ADP itu akan dibagikan ke sejumlah wilayah Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19 di Sulsel. 

“Semoga dengan adanya APD ini dapat memudahkan kerja para Petugas Medis kita dan kita doakan semoga mereka semua diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas mulia ini,” kata Nurdin Abdullah melalui aku instagram-nya, Rabu 25 Maret 2020.

Update data hari ini, sebanyak 4 orang di Sulsel positif covid-19, tiga diantaranya dirawat, satu orang meninggal.

Sementara itu, sebanyak 115 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 64 Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Menarik untuk Anda:

Sebelumnya, Nurdin Abdullah mengimbau, seluruh masyarakat agar tidak panik menghadapi penyebaran virus corona atau Covid-19, dan berbelanja kebutuhan pokok seperlunya saja. 

“Kita belanja seperlunya saja dan kami hanya minta kepada masyarakat jangan panik,” pesan Nurdin Abdullah.

Ia menjelaskan, kelangkaan sembako tidak akan terjadi bila seluruh masyarakat memiliki kesadaran dalam berbelanja. Sebab, semua masyarakat membutuhkan hal serupa. 

“Nggak usah kita memborong sesuatu yang tidak penting. Karena saudara-saudara kita membutuhkan. Yang bersoal itu bukan kekurangan stok, tapi kalau kita semua memborong, pasti kita akan kekurangan,” jelasnya. 

Ia mengungkapkan, sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, seluruh masyarakat Indonesia wajib saling bahu-membahu melawan virus mematikan ini. Salah satu langkah konkrit melawan virus tersebut dengan tidak memborong sembako. 

Nurdin Abdullah juga mengimbau agar terus melakukan social distancing dan mengurangi aktifitas keluar rumah. 

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ditengah Pandemi, Sektor Pertanian dan Ekspor Sulsel Tumbuh Positif

CPI Jadi Proyek Prestisius Pemprov Sulsel

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar