Akibat Corona Varian Baru, Pemprov DKI Perketat Keamanan

Terkini.id, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan langkah pencegahan masuknya varian baru Covid-19 dengan cara memperketat keamanan pintu-pintu masuk, di antaranya pelabuhan dan bandara secara lebih ketat.

“Yang utama tentu pencegahan di hulu dan di pintu masuk khususnya bandara, pelabuhan dan tempat umum,” ucap Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Gedung DPRD DKI pada hari Senin 29 November 2021 kepada media.

Pemprov DKI juga menekankan koordinasi dengan pemerintah pusat, bertujuan untuk mencegah masuknya varian virus baru yaitu virus Omicron dari beberapa negara di Afrika.

Baca Juga: Waspada! Gejala Baru Covid-19 Ada yang Baru

Selain itu, Dinas Kesehatan DKI juga mempersiapkan upaya terbaik untuk pencegahan dan penanganan kasus tersebut.

Walau begitu, dia menekankan terhadap masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati terkait penularan Covid-19 dan varian barunya.

Baca Juga: Tembus 3.000 Pasien dalam Sehari, Benarkah Subvarian Omicron BA.4 dan...

Riza lalu mengingatkan bahwa selama libur panjang, selalu diikuti peningkatan kasus baru terkait pandemi corona.

“Kita tidak boleh euforia, tidak boleh kendor, waspada pastikan disiplin patuh dan bertanggung jawab,” ungkap Riza dikutip dari Suara.com.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 kemudian mengeluarkan Surat Edaran Nomor 23 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional.

Baca Juga: Tembus 3.000 Pasien dalam Sehari, Benarkah Subvarian Omicron BA.4 dan...

Pemerintah lalu memberlakukan penutupan sementara pintu masuk ke Indonesia dengan cara menangguhkan pemberian visa kepada warga negara asing dengan riwayat perjalanan dalam 14 hari terakhir ke Afrika Selatan, Botswana, Lesotho, Eswatini, Mozambique, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Angola, Namibia dan Hong Kong.

Tetapi terdapat, pengecualian kepada pemegang visa diplomatik dan dinas, pejabat asing setingkat menteri ke atas beserta rombongan yang melakukan kunjungan resmi/kenegaraan, masuk dengan skema Travel Corridor Arragement dan delegasi negara anggota G20.

“Daftar negara ini dapat ditambah jika ada konfirmasi transmisi lokal di negara lainnya. Sebagai tindak lanjut, ketentuan ini akan diberlakukan dalam 1×24 jam ke depan,” ungkap Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam siaran pers di Jakarta, Senin 29 November 2021.

Sementara itu Warga Negara Indonesia yang memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara tersebut dalam 14 hari terakhir tetap diizinkan untuk kembali ke Indonesia dengan kewajiban menjalani karantina selama 14 hari.

Sedangkan untuk WNA dan WNI dari negara lain yang tidak disebutkan dalam persyaratan tersebut maka wajib melakukan penyesuaian durasi karantina menjadi 7×24 jam.

Sebelumnya hanya terdapat tiga atau lima hari tergantung status vaksinasinya ini merupakan upaya kehati-hatian pemerintah untuk mencegah potensi lonjakan kasus akibat varian virus Omicron.

Selain karantina, terdapat upaya skrining pelaku perjalanan internasional lainnya tetap dilakukan di antaranya skrining administratif misalnya, sertifikat vaksin, hasil negatif Covid-19, dan visa atau berkas imigrasi pendukung lainnya dan upaya pemeriksaan ulang.

Referensi: Suara.com

Bagikan