Masuk

Aliansi Mahasiswa Desak Polda Sulsel Tangani Kasus Penganiayaan Yang Menyebabkan Korban Meninggal

Komentar

Terkini.id – Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat meminta mendesak Polda Sulsel untuk mengambil alih kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia yang saat ini ditangani oleh Polres Sinjai. 

Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat menuntut hal tersebut setelah menggelar aksi unjuk rasa di depan Polres Sinjai, Rabu 24 Agustus 2022.

Mengenai kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia, korbannya adalah seorang perempuan berinisial A, sedangkan yang diduga pelaku perempuan berinisial WA.

Baca Juga: Heboh Oknum Polantas Polrestabes Makassar Todongkan Pistol ke Anak Pesantren di Gowa, Begini Kejadiannya

Keluarga korban, Sirajuddin mengungkapkan kronologis kejadian, berawal dari pihak pelaku mengajak korban dari Sinjai ke Makassar dengan alasan untuk menjenguk salah satu saudaranya yang ada di rumah sakit di Makassar.

Namun setelah pulang dari Makassar, korban pulang dalam keadaan babak belur. Korban sempat di bawa ke rumah sakit untuk divisum, setelah tiga hari kemudian korban meninggal dunia. 

setelah pulang dari situ, korban ini sudah babak belur, setelah itu berselang beberapa hari, sekitar 3 hari, korban meninggal. sebelumnya meninggal dibawa ke RS di rumah sakit untuk divisum.

Baca Juga: Oknum Polisi Diduga Todongkan Pistol ke Santri Ponpes Imam Az-Zuhri Samata Gowa

“Pengakuan korban sebelum meninggal, dia mengaku bahwa dia dianiaya, diikat di atas mobil kemudian diinjak-injak dan dipukuli di atas mobil dalam perjalanan dari Makassar menuju Sinjai,” ungkap Sirajuddin.

“Dia juga sempat diberhentikan di jalanan dengan alasan mau masuk WC. Dari bahasa pihak korban, bahwa di dalam wc dia dianiaya lagi dipukuli,” tambahnya.

Pihak keluarga korban telah melaporkan tindak penganiayaan hingga menyebabkan meninggal dunia ke Polres Sinjai pada 15 Februari 2022. Berdasarkan laporan polisi LP-B/34/11/2022/SPKT/POLRES SINJAI/POLDA SULSEL.

Hanya saja, Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat menganggap bahwa sampai pada hari ini Penyidik Polres Sinjai yang menangani kasus ini tidak melakukan penindakan mengenai laporan tersebut dibuktikan dengan tidak adanya lagi Surat pemberitahuan tentang penanganan kasus ini.

Baca Juga: Polda Sulsel Imbau Pelaku Usaha Kembalikan Hak Negara Lewat PBBKB BBM Industri

“Berulang kali keluarga korban menghubungi penyidik melalui telepon seluler, dan mendapatkan jawaban bahwa penyidik pusing tentang kasus ini karena susah menemukan pelakunya sementara terang dan jelas petunjuk atas kasus ini,” ujarnya.

Sementara itu, Penanggung jawab aksi dari Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat, Muhammad Danial mengungkapkan, terkait kasus tersebut, mendesak Wasidik dan Kriminal Umum Polda Sulsel untuk melakukan gelar perkara khusus dan menarik laporan dari Polres Sinjai ke Polda Sulsel.

“Mendesak Propam Polda Sulsel untuk memeriksa penyidik Polres Sinjai yang menangani kasus ini,” tuntutannya.

Selain itu, mereka juga menuntut pihak kepolisian untuk bekerja secara profesional, transparan dan terukur terhadap kasus tersebut. 

“Apabila dalam waktu 2×24 jam tidak ada penindakan dari pihak kepolisian, maka kami dari Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat akan terus melakukan aksi sampai tuntutan diterima dan ditindaklanjuti,” tegasnya.