Aliansi Mahasiswa UNM Mengecam Tindakan Kekerasan Aparat

Terkini.id, Makassar- Beberapa organisasi lembaga kemahasiswaan Universitas Negeri Makassar (UNM) terlibat dalam aliansi Mahasiswa UNM, mengecam tindakan Intimidasi atau kekerasan yang dilakukan aparat keamanan pada aksi Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) di depan Menara Pinisi UNM Jl A.P. Pettarani pada Minggu, 2 Mei 2021 kemarin  . Mereka dengan tegas menyoroti tindakan kekerasan kepada massa aksi sesaat sebelum pembacaan pernyataan sikap dengan mendorong, menyeret, mencekik, memukul, menendang, hingga menangkap beberapa massa aksi.

Represifitas Aparat

“Aksi HARDIKNAS yang kami lakukan berjalan damai dan sesui hasil konsolidasi namu tiba-tiba datang puluhan pihak keamanan mengepung, mendorong, menyeret, mencekik, memukul, menendang, hingga menangkap beberapa massa aksi  pada saat kami ingin membacakan penyataan sikap padahal kami tidak ada niat sedikitpun untuk membuat onar atau ricuh,” ungkap Rahmat salah satu koban yang ditangkap.

Dia juga mengungkapkan ada 8 rekannya yang ditangkap dan kemudian dimasukkan kedalam mobil, mereka dipukuli serta mendapat ancaman.

Baca Juga: Puncak Hardiknas, Bank Sulselbar Serahkan Bantuan CSR ke Disdik Sulsel

Atas peristiwa tersebut mereka mengecam tindakan kekerasan aparat melalui Konferensi Pers yang di selenggarakan di gedung Plamboyan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNM Senin 3 Mei 2021 yang dihadiri sejumlah pimpinan Lembaga kemahasiswaan yakni BEM FIS UNM, BEM FIP UNM, BEM FE UNM, BEM FMIPA UNM, BEM FBS UNM, HMJ PKO FIK UNM, HMJ PJKR FIK UNM.

“Hari ini juga kami menyelenggarakan Konferensi pers Aliansi Mahasiswa UNM atas tindakan intimidasi dan kekerasan yang dilakukan oleh aparat pada saat aksi HARDIKNAS,” ungkap Ikhas selaku Moderator.

Baca Juga: Dede Yusuf: Tidak Ada Orang Hebat Tanpa Jasa Guru

Disesi terakhir Ikhsan menyampaikan bahwa pada UUD 1945 pasal 30 ayat  4 yang berbunyi kepolisian negara republik Indonesia merupakan alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi,  melayani masyarakat, serta menegakkan hukum. Dengan tindakan kekerasan aparat kepada massa aksi telah membuktikan bahwa aparat tidak menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya.

Sementara dalam pernyataan sikap yang mereka lontarkan ada 8 poin yang menjadi tututan utaman di momentum HARDIKNAS ini yakni :

  1. Cabut UUPT no 12 tahun 2012,
  2. Amandemen pasal 31 ayat 2 UUD 1945 dan tindak lanjut implementasi pasal 31 ayat 4 UUD 1945,
  3. Tolak MBKM,
  4. Usut tuntas segala bentuk pelanggaran HAM dalam dunia Pendidikan,
  5. Keluarkan sektor Pendidikan dalam Perjanjian GATS,
  6. Wujudkan kesejahteraan untuk tenaga pendidikan, dan
  7. Wujudkan kuliah tatap muka,
  8. Stop tindakan refresipitas aparat kepada massa aksi.

 

Baca Juga: Momentum Hardiknas, KNPI Maros Harap Pemerataan Pendidikan Hingga Pelosok

 

Bagikan