Terkini, Luwu – Irjen Purn Drs Frederik Kalalembang, Anggota DPR RI terpilih yang juga dikenal sebagai praktisi hukum dan pendiri JFK Law Firm di Jakarta, akhirnya angkat bicara terkait konflik lahan antara warga Rante Balla dan PT Masmindo.
Frederik mengungkapkan bahwa ia telah menerima banyak laporan mengenai tindakan PT Masmindo yang dinilai sangat tidak berpihak kepada masyarakat setempat.
“Saya mendapat banyak laporan soal PT Masmindo yang hanya bermodalkan Izin Usaha Pertambangan (IUP), tetapi justru menguasai tanah masyarakat yang telah diwariskan turun-temurun, termasuk tanah adat,” tegas Frederik yang dihubungi via telelpon, Minggu 29 September 2024 siang.
Frederik mempertanyakan manfaat eksplorasi yang dilakukan oleh PT Masmindo selama puluhan tahun, yang menurutnya tidak memberikan kesejahteraan bagi warga, malah justru menyusahkan. Ia menekankan bahwa tujuan menambang seharusnya untuk meningkatkan kesejahteraan, bukan sebaliknya.
“Sudah puluhan tahun PT Masmindo beroperasi, tapi apa yang dilakukan malah menyusahkan rakyat. Apa tujuannya menambang kalau justru menyengsarakan warga?” tambah Frederik dengan nada geram.
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi dan Pemprov Sulsel Sidak SPBU Makassar, Stok BBM Dipastikan Aman
- Dies Natalis ke-70 Unhas, Lima Program Baru Diperkenalkan untuk Perkuat Kampus Masa Depan
- Astra Motor Alauddin Apresiasi Loyal Customer Lewat Beauty Class Harpelnas 2026
- Honda DBL 2026 Panaskan Persaingan Basket Pelajar Makassar, Roadshow Dimulai
- PBK Batch 4 Tahun 2026 Resmi Dibuka di Jeneponto, Sembilan Program Pelatihan Digelar
Keterlibatan Kepala Desa yang Kontroversial
Frederik juga menyoroti peran kepala desa setempat, yang sempat dipecat namun kembali aktif setelah memenangkan praperadilan. Menurutnya, praperadilan hanya masalah administrasi, bukan substansi dari kasus yang melibatkan kepala desa tersebut. Frederik mendesak aparat kepolisian untuk segera mengambil tindakan terhadap kepala desa yang ia anggap berperan dalam memfasilitasi konflik lahan ini.
“Saya sudah menghubungi Kapolres, dan menurut penyidik, berkas pemeriksaan akan dilengkapi. Tapi sampai saat ini belum ada tindakan apapun, kepala desa itu malah berkiprah kembali seperti tanpa dosa,” ujarnya.
Tanah Warisan Keluarga Hilang
Frederik juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait hilangnya lahan seluas 100 hektar milik keluarganya, yang telah diwariskan secara turun-temurun. Ia merasa prihatin atas nasib warga yang terpaksa meninggalkan kampung halaman akibat tindakan perusahaan yang ia nilai tidak menghormati hak-hak masyarakat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
