Makassar Terkini
Masuk

Bantah Curang, Dewa Kipas Klaim Akurasi Tinggi karena Konsentrasi dan Lawan Ringan

Terkini.id, Jakarta – Setelah kalah telak dari Women Grand Master Irene Kharisma Sukandar, perbincangan terkait ‘kecurangan’ Dewa Kipas kembali menyeruak.

Di Twitter, nampak warganet kembali memjnta agar Dadang Subur yang mengaku sebagai Dewa Kipas memberi klarifikasi jujur soal ‘kecurangan’ tersebut.

Seperti diketahui sebelumnya, Dewa Kipas dituding curang oleh lawan yang ia ‘kalahkan’ yakini International Master asal AS dengan nama akun GhotamChess.

Bukan hanya itu, bahkan Chess.com juga telah mengkonfirmasi bahwa Dewa Kipas memang melakukan kecurangan dan memblokir akunnya.

Namun, Dadang Subur masih membantah tudingan curang saat bermain catur online tersebut. 

Menurut Dadang, bermain catur online tidak sama dengan melawan WGM Irene.

Menurutnya, Irene memang adalah lawan yang berat, sementara lawan yang telah bermain dengannya secara online tidaklah berat.

Ia juga mengklaim bisa memiliki akurasi tinggi karena ia berkonsentrasi.

Sebagai catatan, Dadang memiliki rekor 26 kemenangan beruntun di chess.com dengan akurasi permainan mencapai 97 persen.

“Ya enggak (khawatir). Ya, banyak yang sangka saya curang. Yang tahu saya dengan Allah. Karena saya menang akurasi banyak karena saya konsentrasi. Dan musuhnya bukan yang berat, tapi ringan. Bukan kayak mbak Irene, tapi satu level,” ucap Dewa Kipas di Highgrounds, Pantai Indah Kapuk, Selasa, 23 Mareg 2021, dilansir dari CNN Indonesia.

“Dan dia (chess.com) bukan menghitung menang saja, kalau saya menang dengan tajam akurasinya. Kalau dari titik ilmiah itu saya enggak bisa diadu dengan Irene. Kalau di chess.com harus bermain ratusan kali sampai levelnya sama. Baru ketemu Irene,” katanya.

Dadang juga berharap agar orang-orang tidak berprasangka buruk kepadanya.

Ia bahkan siap kembali bertarung dengan lawan-lawannya di chess.com untuk membuktikan bahwa tidak ada kecurangan.

“Kalau perlu saya adukan lagi dengan 300 (lawan) itu dari nol. Kalau itu praduga tidak ilmiah. Jangan praduga. Jangan prasangka buruk, itu tidak baik. Apalagi yang bilang itu elite-elite intelektual catur. Jangan ikut-ikut satu intelektual catur. Satu bilang begitu, semua menganggap begitu. Dosa itu,” pungkasnya.