Terkini, Makassar — Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Sulawesi Selatan memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban antardaerah guna memastikan ternak yang dikirim dalam kondisi sehat, aman, dan bebas penyakit menular.
Pengawasan ditingkatkan di sejumlah titik pengeluaran ternak di Sulawesi Selatan, terutama di Pelabuhan Parepare dan Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru, yang menjadi jalur utama distribusi sapi menuju wilayah Kalimantan.
Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, mengatakan peningkatan pengawasan dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan hewan kurban di berbagai daerah menjelang Iduladha.
Menurutnya, tingginya mobilitas ternak harus diimbangi dengan pengawasan ketat agar tidak menjadi jalur penyebaran penyakit hewan menular strategis seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).
“Menjelang Iduladha, lalu lintas ternak mengalami peningkatan cukup signifikan. Karena itu, setiap hewan yang dilalulintaskan wajib memenuhi persyaratan karantina dan dipastikan dalam kondisi sehat sebelum diberangkatkan ke daerah tujuan,” ujarnya dalam siaran pers di Makassar, Minggu (24/5/2026).
- Lewat Inovasi Digital, BNI Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor
- Warga Sidenre Diringkus Satresnarkoba Polres Jeneponto, Diduga Edarkan Sabu di Tamanroya
- Musakkar Usul Pajak Kendaraan Bermotor Sulsel Turun 5 Persen: Biar Masyarakat Bergairah Bayar Pajak
- PNM RE3 FOR-E Ubah Pakaian Tak Terpakai Jadi Peluang Ekonomi Nasabah Laundry
- Tujuh Fraksi Solid, Hak Angket DPRD Gowa Resmi Digulirkan, Pansus Mulai Bekerja
Ia menegaskan tindakan karantina tidak hanya bertujuan melindungi kesehatan hewan, tetapi juga menjaga keamanan pangan asal hewan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat sebagai konsumen.
“Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari administrasi hingga kondisi fisik hewan. Kami juga melakukan pengujian laboratorium untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya penyakit tertentu sehingga pengiriman ternak tetap aman dan sesuai ketentuan,” katanya.
Dalam pengawasan terbaru, Karantina Sulsel mengawasi pengiriman 17 ekor sapi potong dari Parepare menuju Balikpapan, Kalimantan Timur menggunakan KM Swarna Bahtera Nusantara.
Selain itu, petugas juga melakukan pengawasan terhadap pengiriman 29 ekor sapi asal Kabupaten Takalar melalui Pelabuhan Garongkong, Barru, menuju Kotawaringin Barat menggunakan KMP Awu Awu pada Sabtu (23/5/2026).
“Sebelum diberangkatkan, seluruh sapi telah melalui serangkaian tindakan karantina hewan sesuai prosedur. Pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen administrasi, pemeriksaan fisik kesehatan hewan, hingga pengambilan sampel darah untuk pengujian laboratorium sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran penyakit hewan,” imbuh Sitti Chadidjah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
