Bela KKB Papua, Dandhy Laksono: Ingin Merdeka Malah Disebut Teroris

Bela KKB Papua, Dandhy Laksono: Ingin Merdeka Malah Disebut Teroris

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Aktivis HAM, Dandhy Laksono menanggapi soal pernyataan pemerintah yang resmi menetapkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai teroris.

Dandhy Laksono tampak tak setuju apabila pemerintah menyebut KKB Papua sebagai organisasi teroris.

Hal itu diungkapkan Dandhy lewat unggahannya di media sosial Facebook, seperti dilihat pada Jumat 30 April 2021.

Awalnya, tangkapan layar postingan Dandhy Laksono itu diunggah pengguna Twitter Widyarenee dan lantas dibagikan netizen Uki_dedek.

“Heran. Kok akun teroris 1 ini bisa lewat di temlenku sih. Pingin misuhi kok eman-eman,” cuit Widyarenee sambil menyertakan foto tangkapan layar postingan Dandhy Laksono tersebut.

Baca Juga

Unggahan netizen itupun kemudian dibagikan ulang Mantan Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

Dilihat dari isi postingan Dandhy Laksono itu, tampak jurnalis investigasi tersebut menilai KKB Papua hanya ingin merdeka lantaran isi kampung mereka dikeruk.

Namun, keinginan KKB Papua itu dibalas pemerintah dengan mengirimkan aparat TNI-Polri untuk memberantas mereka.

“Isi kampungnya dikeruk. Orangnya ingin merdeka. Dikirim polisi dan tentara,” tulis Dandhy Laksono.

Menurutnya, saat KKB Papua sebagai pemilik kampung tanah Papua melawan malah mereka disebut sebagai teroris oleh pemerintah.

Dandhy Laksono pun menyebut sikap pemerintah terhadap KKB Papua tersebut sebagai logika penjajah.

“Yang punya kampung melawan. Yang melawan disebut teroris. Logika Penjajah,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.