Terkini.id, Jakarta – Sikap aktivis HAM Dandhy Laksono yang menyampaikan pembelaan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua dinilai sebagai bentuk provokasi untuk merusak integitas bangsa.
Penggiat media sosial, Husin Shihab, berharap, aparat Kepolisian bertindak tegas terhadap Dandy Laksono.
Seperti diketahui, Dandhy Laksono, aktivis HAM yang juga produser film Sexy Killers lantang pembelaan terhadap KKB Papua, dan memprotes sikap pemerintah yang memberi label teroris terhadap organisasi Papua Merdeka tersebut.
“Isi kampungnya dikeruk. Orangnya ingin merdeka. Dikirim polisi dan tentara. Yang punya kampung melawan. Yang melawan disebut teroris,” tulis Dandhy Laksono.
Husin Shihab pun menilai, orang-orang seperti Dandhy Laksono sengaja hadir untuk menyebar propaganda agar Papua lepas dari NKRI.
- Farid Gaban Diduga Terseret Kasus Kekerasan Seksual, Rencana 'Ekspedisi Indonesia Baru' Dihentikan
- Bela KKB Papua, Dandhy Laksono: Ingin Merdeka Malah Disebut Teroris
- Ini Pertanyaan yang Membuat Presiden Jokowi Langsung Meninggalkan Wartawan ke dalam Istana
- Dian Sastro Sedih Dandhy Laksono-Ananda Badudu Ditangkap Polisi
- Dibebaskan, Sutradara Film 'Sexy Killers' Dandhy Laksono Tetap Tersangka
“Orang ini hadir di tengah-tengah kita memang untuk menyebarkan propaganda supaya Papua lepas dari NKRI. Mestinya polisi @DivHumas_Polri
tegas thd provokator yg ingin merusak integritas bangsa model kayak dia ini,” tulis Husin.
Seperti diketahui, Dandhy Laksono sebelumnya menyampaikan sikap tidak apabila pemerintah menyebut KKB Papua sebagai organisasi teroris.
Hal itu diungkapkan Dandhy lewat unggahannya di media sosial Facebook, seperti dilihat pada Jumat 30 April 2021.
Tangkapan layar postingan Dandhy Laksono awalnya diunggah pengguna Twitter Widyarenee dan lantas dibagikan netizen Uki_dedek.
“Heran. Kok akun teroris 1 ini bisa lewat di temlenku sih. Pingin misuhi kok eman-eman,” cuit Widyarenee sambil menyertakan foto tangkapan layar postingan Dandhy Laksono tersebut.
Unggahan netizen itupun kemudian dibagikan ulang Mantan Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean.
Dilihat dari isi postingan Dandhy Laksono itu, tampak jurnalis investigasi tersebut menilai KKB Papua hanya ingin merdeka lantaran isi kampung mereka dikeruk.
Namun, keinginan KKB Papua itu dibalas pemerintah dengan mengirimkan aparat TNI-Polri untuk memberantas mereka.
“Isi kampungnya dikeruk. Orangnya ingin merdeka. Dikirim polisi dan tentara,” tulis Dandhy Laksono.
Menurutnya, saat KKB Papua sebagai pemilik kampung tanah Papua melawan malah mereka disebut sebagai teroris oleh pemerintah.
Dandhy Laksono pun menyebut sikap pemerintah terhadap KKB Papua tersebut sebagai logika penjajah.
“Yang punya kampung melawan. Yang melawan disebut teroris. Logika Penjajah,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
