BMKG Lakukan Analisa Kekuatan Gempa Aceh, dari 5,1 Berubah Jadi 4,9 SR

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Terkini.id – Terkait gempa bumi berkekuatan 5,1 Skala Richter di Banda Aceh, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melakukan pemutakhiran menjadi magnitudo 4,9.

Analisa BMKG, gempa bumi tersebut dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault) di Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan M=5,1 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=4,9,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya, Selasa 1 Januari 2018.

Gempa bumi tektonik ini terjadi pada pukul 18.55 WIB dengan episenter yang terletak pada koordinat 5,42 LU dan 94,51 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 90 km arah barat Kota Banda Aceh, Propinsi Nangroe Aceh Darussallam.

Berdasarkan keterangan BMKG, gempa tersebut mengakibatkan aktivitas di zona subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di Samudera Hindia.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas di zona subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault),” terang Rahmat.

Berdasarkan laporan masyarakat, lanjut Rahmat, guncangan gempa bumi ini dirasakan di Kota Banda Aceh dengan kekuatan getaran II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami,” ujarnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Gowa Raih Swasti Saba Wistara

Terkini.id,Jakarta - Pemerintah Kabupaten Gowa kembali meraih penghargaan tingkat nasional. Kali ini, predikat yang diraih sebagai Kabupaten/Kota Sehat  Tahun 2019 dengan penghargaan Swasti Saba