Terkini.id – Terkait gempa bumi berkekuatan 5,1 Skala Richter di Banda Aceh, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melakukan pemutakhiran menjadi magnitudo 4,9.
Analisa BMKG, gempa bumi tersebut dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault) di Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera.
“Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan M=5,1 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=4,9,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya, Selasa 1 Januari 2018.
Gempa bumi tektonik ini terjadi pada pukul 18.55 WIB dengan episenter yang terletak pada koordinat 5,42 LU dan 94,51 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 90 km arah barat Kota Banda Aceh, Propinsi Nangroe Aceh Darussallam.
Berdasarkan keterangan BMKG, gempa tersebut mengakibatkan aktivitas di zona subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di Samudera Hindia.
- Makassar Siaga Hadapi Kemarau Ekstrem, Damkarmat Aktifkan 7 Posko
- Musim Kemarau 2026 Diperkirakan Lebih Ekstrem, BMKG Minta Antisipasi Dini
- Gempa Sulut dan Maluku Utara M7,6 Berpotensi Tsunami di Wilayah Ternate Hingga Bitung
- Hari Meteorologi Sedunia, Duta Lingkungan Gowa Muqaddimal Mukrimin Ajak Masyarakat Peduli Iklim
- Cuaca Ekstrem Mengintai Sulsel hingga Awal Maret, Ini Daftar Wilayah Terdampak
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas di zona subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault),” terang Rahmat.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
