“DEK, kamu kenapa kok tiba-tiba nangis?” tanya seorang suami kepada istrinya yang sedang hamil tua.
“Aku tidak tahu, tadi lihat iklan susu sapi di TV, terus sedih aja gitu,” jawab sang istri sambil mengusap mata yang sembab.
Familiar dengan adegan ini? Selamat datang di dunia Bumil Baper: Dunia penuh rasa, drama, dan tentunya cinta yang berlimpah!
Ketika ada ibu hamil yang tiba-tiba marah karena suaminya lupa mencium kening, lalu sejam kemudian menangis karena nonton drama Korea komedi, jangan buru-buru cap “lebay” ya.
Bisa jadi itu bukan sekadar, cuma perasaan”, tapi sinyal awal dari depresi kehamilan yang perlu kita pahami bersama.
Apa Sih Depresi Kehamilan Itu?
- Dr Aspa Muji Resmi Dilantik Pj Sekda, Langkah Strategis Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Jeneponto
- Perkara Peredaran 544 Kayu Ilegal di Makassar Masuk Tahap II, Tersangka dan Barang Bukti Dilimpahkan
- Program Aku Hatinya PKK Jadi Andalan Makassar Perkuat Ketahanan Pangan
- Pemerintah Pusat Apresiasi Kinerja Pemkot, Makassar Didorong Jadi Percontohan Nasional
- Di Balik Jeritan Siswa Kejadian 23 April 2026, Kasus MBG Terhenti di Tengah Jalan?
Mari kita luruskan dulu: depresi saat hamil itu **nyata**. Bukan mitos, bukan juga sekadar mood swing biasa yang bisa diabaikan begitu saja.
Bayangkan tubuh ibu hamil seperti rumah yang sedang direnovasi besar-besaran. Tidak hanya fisiknya yang berubah, tapi jiwa dan emosinya juga ikut beradaptasi dengan perubahan luar biasa ini.
Secara ilmiah, hormon progesteron dan estrogen selama kehamilan naik-turun seperti harga cabai di pasar (kadang melonjak tinggi, kadang turun drastis).
Fluktuasi hormonal ini mempengaruhi zat-zat di otak yang mengatur emosi kita, seperti serotonin dan dopamin.
Makanya tidak heran jika bumil bisa tertawa jam 3 sore, menangis jam 4, lalu tiba-tiba ngidam mangga muda jam 5!
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
