Terkini.id, Sulsel – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) memanggil 12 distributor, pada rapat dengar pendapat, Kamis 16 Maret 2023.
Rapat yang berlangsung di Komisi B itu, membahas mengenai kelangkaan pupuk bersubsidi di Wilayah Sulsel.
Selain itu, Komisi B DPRD Sulsel juga memanggil Kepala Dinas Perdagangan Sulsel; Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulsel; dan Vice President Penjualan Wilayah 6 Pupuk Indonesia Holding Company Sulsel pada RDP itu.
Dari 12 distributor yang dipanggil, hanya sembilan hadir yakni PT Pupuk Indonesia Niaga Cabang Makassar, PT Gresik Cipta Sejahtera Cabang Makassar, CV Semoga Raya Bone, CV Mulia Gowa, CV Anjas Jeneponto, CV Hidayat Bulukumba, PT Raja Putra Perkasa Bone, CV Suriani Bone, dan CV ABK Mitra Mandiri Soppeng.
Sementara tiga distributor tidak hadir yakni CV Putra Bungsu Sesa Luwu Timur, CV Mekar Tani Pinrang, dan CV Subur Tani Toraja Utara.
- Bapemperda DPRD Sulsel Kunjungi PT Vale, Bahas Ranperda Pembagian Keuntungan Tambang
- Romantisnya Wabup Gowa Darmawangsyah Muin dan Istri di Momen Ulang Tahun
- DPRD Sulsel Setujui MYP Tahap Dua Rp5 Triliun, Infrastruktur Jadi Prioritas
- DPRD dan Pemprov Sulsel Batalkan Rencana Kenaikan Tarif BBNKB dan PBBKB
- DPRD Sulsel Tunda Pengesahan Ranperda Pajak, Kenaikan BBNKB dan PBBKB Dikaji Ulang
Wakil Ketua Komisi B DPRD Sulsel Syahrir mengatakan RDP itu dilakukan untuk memastikan kondisi pupuk distributor.
Sebab, berdasarkan hasil reses dan temuan anggota DPRD Sulsel, banyak masyarakat mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi.
“Kita mau dengar kenapa bisa langka?,” kata Syahrir.
Wakil Direktur CV Anjas Jeneponto, Budiarto mengatakan stok pupuk di tempatnya masih terpenuhi.
Budiarto membantah jika pupuk langka seperti temuan anggota DPRD Sulsel.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
