Terkini.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel sangat prihati masuknya Penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak di Sulsel.
Bahkan laporan dari dinas peternakan dan kesehatan hewan Sulsel ada sekitar 520 ekor hewan ternak yang dinyatakan terjangkit penyakit PMK. Semuanya tersebar di sembilan kabupaten Sulsel dan tersebar di 26 kecamatan 51 desa.
Anggota komisi B DPRD Sulsel, Syamsuddin Karlos meminta Dinas peternakan Sulsel mengambil langkah tegas terkait masuknya hewan ternak melalui jalur tikus.
Selain mencegah masuknya ternak, juga harus melakukan vaksin dan memusnahkan ternak yang terjangkit.
Jika diestimasikan harga ternak Rp10 juta hingga Rp15 juta per ekor maka dana yang dibutuhkan Rp10 miliar hingga Rp15 miliar. Dana tersebut tidak terlalu besar jika dibandingkan dampak yang akan ditanggung jika terjadi lebih besar.
- Hari Kartini, Kaukus Parlemen DPRD Sulsel Usul Perda Perlindungan Anak
- Haris Abdul Rahman Resmi Dilantik Sebagai PAW Anggota DPRD Sulsel Periode 2024-2029
- Eks Pimpinan DPRD Sulsel Klarifikasi Pemanggilan Kejati Sulsel soal Kasus Korupsi Bibit Nanas
- Ketua DPRD Sulsel Ikuti Retret Nasional, Asah Visi Kepemimpinan
- Komisi D Beberkan SILPA Dinas Bina Marga Sulsel Rp240 Miliar
“Kan belum sampai 1.000 ekor, masih bisa dicegah. Semua ternak yang dinyatakan PMK dibeli oleh Pemda lalu dimusnahkan. Jangan hanya dikarantina saja,” kata Syamsuddin Karlos, saat melakukan rapat dengar pendapat dengan dinas peternakan dan kesehatan hewan Sulsel di gedung Tower DPRD Sulsel, Senin 18 Juli 2022.
Politikus PAN Sulsel ini menuturkan sepengetahuan masyarakat awam karantina sebagai tempat pengecekan kesehatan. Jika lolos bari bisa disebarkan. Namun diduganya tidak demikian. Pasalnya tenar yang banyak terjangkit ini berasal dari luar.
“Sehingga kecurigaan bahwa karantina tidak berjalan dengan baik. Ini yang harus diperhatikan, saya minta unsur pimpinan DPRD untuk melakukan konjungan ke lokasi,” ungkapnya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Nurlina Saking mengatakan pihaknya telah berupaya untuk mencegah penyebaran PMK. Salah satunya dengan memberikan vaksin ke daerah-daerah yang terjangkit PMK.
Selain itu beberapa daerah juga telah menutup akses lalu lintas ternak di daerahnya. Dimana penyebaran virus PMK sangat cepat melalui udara. Radius jangkaunya bisa mencapai 10 kilometer.
“Kami terus mengupayakan yang terbaik untuk menghalau penyebaran PMK. Kami juga selalu berkoordinasi dengan dinas peternakan di daerah untuk aktif meninjau lokasi.” ungkapnya.
Dirinya menjelaskan Pemprov Sulsel telah melakukan beberapa upaya penanganan, diantaranya membentuk satuan tugas (satgas) PMK, dan membuat Surat Edaran Gubernur Sulsel untuk penutupan wilayah. Selain itu juga melakukan desinfeksi dan pemberian obat-obatan pada hewan ternak. Pemotongan bersyarat hewan ternak sampai dengan pemberian vaksin.
Sejauh ini kata dia, Pemprov Sulsel telah menerima 15.000 vaksin dari Kementerian Pertanian, yang akan didistribusikan ke daerah-daerah yang terkonfirmasi PMK.
Pihaknya juga telah mendistribusikan vitamin, obat-obatan, desinfektan, masker, sprayer ke daerah terdampak, dan melakukan investigasi pergerakan ternak, sehingga meminimalisir meluasnya infeksi virus
“Kami juga melakukan pelatihan investigasi, epidemiologi penyakit dan vaksinasi serta pemetaan wilayah yang akan dilakukan vaksinasi,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
