Terkini.id, Jakarta – Kematian warga kulit hitam Amerika Serikat (AS), George Floyd, pada Senin, 25 Mei 2020, lalu memicu aksi demonstrasi besar-besaran dan kericuhan di Negeri Paman Sam itu.
Protes pertama kali pecah di Minneapolis, Minnesota, AS, sehari setelah kematian George Floyd.
Aksi demonstrasi warga kemudian meluas di berbagai wilayah di AS dan berlangsung ricuh.
Para demonstan melampiaskan amarah mereka atas kematian Floyd yang terlihat dalam video saksi mata kehabisan nafas, saat seorang petugas polisi kulit putih menekan lehernya dengan lutut.
Bahkan, dalam aksi demo tersebut para pengunjuk rasa membakar mobil patroli dan bangunan kantor polisi Minnesota.
- ‘Kami Tak Mau Seseorang Terbunuh’, Warga Kulit Hitam Tolong Pria Kulit Putih dari Amuk Massa
- Jalan-jalan Virtual ke Amerika ala Rumah Produktif Indonesia
- 1 Terdakwa Pembunuhan George Floyd Bebas karena Bayar Rp10 Miliar
- Hasil Otopsi Jenazah, George Floyd Tewas Akibat Dicekik Polisi
- Fotonya Heboh, Ini Klarifikasi Pria Bertato Indonesia yang Ikut Demo George Floyd
Dilansir dari AFP, aksi pembakaran tersebut dilakukan pengunjuk rasa saat mereka bentrok dengan aparat kepolisian setempat.
Menurut pantauan KJRI Chicago, seperti dikutip dari Republika, Minggu, 31 Mei 2020, beberapa kantor polisi yang dibakar massa demonstran xi antaranya kantor kepolisan 3rd Precint, Minneapolis, Minnesota, dan kantor kepolisian di Ferguson, Missouri.
Selain itu, pengunjuk rasa juga membakar satu unit mobil patroli milik kepolisian di Indianapolis.
Akibat bentrokan tersebut, setidaknya puluhan pengunjuk rasa ditangkap oleh kepolisian karena dinilai telah melanggar aturan jam malam serta merusak fasilitas umum.
Berdasarkan laporan, kepolisian Minnesota menangkap sekitar 70 pengunjuk rasa, sementara Kepolisian Chicago di Illinois menahan kurang lebih 108 orang yang diduga merusak fasilitas umum.
Diketahui, kasus kematian George Floyd bermula saat ia belanja di toko kelontong, kemudian dituduh memakai uang palsu.
Pihak toko lalu melapor ke polisi setempat, yang kemudian menangkap George Floyd dengan perlakuan tidak wajar.
Leher George Floyd ditindih lutut polisi Derek Chauvin ketika ia tiarap. Aksi Derek Chauvin inilah yang kemudian menewaskan George Floyd.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
