Terkini.id , Jakarta – Seorang pria kulit hitam di kota Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat (AS), yakni George Floyd tewas setelah disiksa polisi dengan cara mencekik lehernya dengan menggunakan lutut.
Video penyiksaan Floyd oleh oknum polisi tersebut pun menjadi viral, lalu memicu kemarahan warga Amerika Serikat. Video yang penyiksaan terhadap Floyd tersebut sangat memicu emosi, lantaran terlihat berkali-kali Floyd menyampaikan bahwa dirinya tak bisa bernafas dan kesakitan.
Namun, oknum polisi dalam rekaman tersebut tidak peduli dan terus saja mencekik leher Floyd dengan lutut sambil menyuruhnya untuk bangkit.
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah warga mendatangi anggota polisi itu dan memintah sang polisi menghentikan aksinya.
Hingga akhirnya, Floyd tak sadarkan diri, tewas lalu dibawa dengan ambulance. Video penyiksaan itu pun viral di Amerika lalu memicu kerusuhan besar di kota Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat (AS).
Warga marah sembari menjarah toko-toko di sana. Presiden AS Donald Trump mengizinkan aparat untuk menembak para penjarah. Bahkan kantor polisi ikut dibakar.

Trump bahkan harus menyampaikan ancaman penembakan itu melalui akun Twitternya. Trump menyebut para demonstran sebagai preman yang tak menghormati kematian George Floyd.
Kronologi Kematian George Floyd
Melansir dari AFP, Kamis 28 amei 2020, George mulanya ditangkap pada Senin 28 Mei 2020 oleh polisi kota Minneapolis, AS. George Floyd ditangkap karena diduga melakukan transaksi memakai uang palsu senilai $ 20.
Penangkapan Floyd tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian viral. Dalam video itu, tangan Floyd diborgol dan kemudian dijatuhkan ke aspal oleh polisi.
Seorang polisi menekan leher Floyd dengan lututnya, sembari memasukkan tangannya ke saku.
Floyd Dikenal Sebagai Pria Besar Berhati Lembut
Salah satu yang membuat banyak orang prihatin, adalah karena Floyd dianggap pria yang berhati lembut.
Cerita tentang sosok Floyd ini disampaikan langsung oleh adiknya, Philonise Floyd. Philonise sangat mencintai kakak laki-lakinya itu dan dia tahu kakaknya adalah pria besar yang lembut hatinya.
“Aku mengenal kakakku sebagai orang yang aku cintai,” ujar Philonise Floyd seperti dilansir CNN, Kamis (28/5/2020).
Polisi AS yang Tewaskan George Floyd Pernah Diadukan 18 Kali
Empat personel Kepolisian Minneapolis di Amerika Serikat (AS) dipecat setelah kematian tragis seorang pria kulit hitam bernama George Floyd yang memicu aksi demo besar-besaran. Salah satu polisi yang terekam kamera sedang menekan leher Floyd dengan lututnya, pernah diadukan belasan kali terkait perilakunya.
Seperti dilansir CNN dan NBC News, Jumat (29/5/2020), polisi yang diidentifikasi bernama Derek Chauvin (44) tersebut, sudah 19 tahun mengabdi pada Kepolisian Minneapolis. Menurut Departemen Kepolisian Minneapolis (MPD), Chauvin sebelumnya memiliki 18 laporan pengaduan yang diajukan terhadap dirinya.
Atas peristiwa tersebut empat polisi termasuk Derek Chauvin dipecat dan ditahan,
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
