Didukung Program YESS, Petani Milenial Asal Bulukumba Sukses Bertani Jagung

Terkini.id, Bulukumba – Generasi milenial adalah penentu kemajuan pembangunan pertanian di masa depan. Hal ini menjadi tantangan yang dihadapi oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Untuk itu, berbagai program pun diluncurkan guna mendorong lahirnya generasi petani, salah satunya melalui program Youth Entrepreneurship and Employment Support (YESS) yang diinisiasi Kementan dan International Fund for Agricultural Development (IFAD). Untuk mempromosikan sektor pertanian kepada para pemuda atau generasi milienial sasaran program YESS di Kabupaten Bulukumba, maka dilibatkanlah para generasi milienial yang telah sukses di bidang pertanian.

Ichi Indrawan merupakan seorang lulusan ilmu sosial yang memilih petani sebagai profesinya. Dengan background pendidikan yang berbeda jauh dari pertanian, tidak membuatnya enggan untuk bertani dan membuka lebar usaha budidaya tanaman jagung hingga membuatnya meraup keuntungan ratusan juta. 

Hal inilah yang menjadi dasar bagi program YESS untuk menggandeng Ichi mensukseskan program YESS selain untuk mendukung usahanya.

Baca Juga: Tingkatkan Kapasitas Penyuluh, Kementan Siapkan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau

Diusianya yang menginjak 36 tahun, pemuda asal Desa Balleanging, Ujung Loe, Bulukumba, memulai usahanya pada tahun 2018 akhir khususnya untuk jagung pakan. Dengan luas 20 ha, Ichi mendapatkan produksi sebesar 120 ton/musim dengan omzet yang dapat mencapai 360 juta per musim dengan jangkauan pemasaran  sudah sampai ke Kota Makassar selain di kabupaten Bulukumba itu sendiri.

Tingginya tingkat permintaan, membuat jagung pakan belakangan banyak dicari mulai dari kalangan peternak ayam hingga industri pakan ternak. Tanaman serealia ini memang merupakan salah satu bahan utama pakan ternak ayam.

Baca Juga: Tingkatkan Kemampuan Pemuda Tani Sulsel, Kementan Gandeng Dinas Pertanian di...

“Kami memiliki 10 orang tenaga kerja, tidak termasuk pembibitan karena terima jadi. Kami menggunakan benih varietas NK 7328 (sumo) dan Bisi tergantung dari musim. Dan varietas NK 7328 (sumo) memiliki produksi yang tinggi” ujarnya.  

Ichi menjelaskan peran petani milenial dalam mewujudkan pertanian dari hulu ke hilir tidak dipertanyakan lagi. Sebab memajukan pertanian harus melalui inovasi dan teknologi modern serta mengkonsolidasikan kelembangaan petani agar dekat dengan pembiayaan dan akses pasar baik domestik terutama ekspor. “Saya lebih ke pemberdayaannya. Literasi terkait ilmu pertanian yakan bisa kita cari di youtube, googling dan buku-buku. Nah, bagaimana  anak-anak muda tidak gengsi di pertanian ini yang menjadi faktor terpenting. Saya mau tunjukkan bahwa kita pernah sekolah tinggi dan kembali ke desa untuk membangun itu” pungkasnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, saat ini generasi milenial adalah penentu kemajuan pembangunan pertanian di masa depan. Dan meyakini tongkat estafet pembangunan pertanian ada pada pundak generasi muda.  

Baca Juga: Didukung Pemkab Wajo, Polbangtan Kementan Kembangkan Prodi Hortikultura

Sementara Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) pun menuturkan hal yang sama bahwa regenerasi petani mutlak dilakukan. “Sekarang ini dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan sektor pertanian Indonesia.”, Papar Dedi 

Menurutnya sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian kedepan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor.

Bagikan