Dituduh Sebar Berita Hoax Soal Bendungan Bili-bili, Ini Penjelasan Makassar Terkini

Bendungan Bili-bili di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan
Bendungan Bili-bili di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan

Pembaca Makassar Terkini (makassar.terkini.id) yang baik hati. Semoga kita selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Berita Makassar Terkini berjudul : Breaking News: Sirene Bendungan Bili-bili Berbunyi, Warga Diminta Siaga, Pada pukul 21.24 Wita, Selasa 22 Januari 2019, mendapat banyak komentar dan kritikan.

Masyarakat dan netizen mempersoalkan suara sirene yang disebut dalam berita Makassar Terkini telah berbunyi. Sementara dalam berita lain di beberapa media, pernyataan Teuku Iskandar dibantah. Suara sirene disebut tidak pernah dibunyikan.

Sebagai penanggung jawab redaksi, saya perlu menjelaskan kronologi dan fakta sampai berita tersebut kami tayangkan.

Pada hari Selasa 22 Januari 2019 wartawan Makassar Terkini Suriani Echa melakukan reportase dan wawancara dengan sejumlah warga korban banjir di Kabupaten Gowa.

Banyak fakta yang ditemukan Echa. Salah satunya, warga mengeluh karena pemerintah atau lembaga yang berwenang tidak memberikan informasi atau peringatan dini tentang akan datangnya bahaya banjir.

Air sudah menenggelamkan rumah warga, baru ada pengumuman yang disampaikan lewat pelantang suara masjid. Warga diminta mengungsi saat air sungai sudah meluap.

Untuk memastikan keterangan warga di daerah terdampak banjir, Echa mewawancarai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Teuku Iskandar lewat telepon. Wawancara dilakukan sekitar Pukul 21.00 Wita

Agar tidak ada informasi yang bias dan tidak salah saat menulis. Wawancara Makassar Terkini dengan Kepala Balai Teuku Iskandar direkam menggunakan smartphone. Sebagai bukti bahwa kami benar telah mewawancarai sumber resmi.

Karena masih ada yang meragukan prosedur jurnalistik kami dalam mendapatkan informasi, kami pun terpaksa membuka rekaman wawancara ini ke publik. Langkah ini kami tempuh setelah berkoordinasi dengan pengamat media, ahli pers, dan Anggota Dewan Pers.

Semoga pertanyaan masyarakat bisa terjawab. Sehingga tidak menuduh Makassar Terkini telah menyebarkan hoax atau berita bohong.

Mempertanyakan suara sirene Bendungan Bili-bili

Bendungan Bili-bili di Kabupaten Gowa
Bendungan Bili-bili di Kabupaten Gowa

Dalam rekaman wawancara Makassar Terkini, jelas sekali Kepala Balai Teuku Iskandar mengatakan sudah melakukan standar operasional prosedur (SOP) peringatan dini. Dengan cara mengaktifkan early warning system. Bentuknya menyalakan sirene dan menyampaikan pengumuman.

Pernyataan Teuku Iskandar ini bisa didengar mulai menit ke 14 sampai selesai. Setelah itu wartawan Makassar Terkini kembali memperjelas dengan pertanyaan : Kenapa banyak warga tidak mendengar suara sirene ? kemudian kembali dijawab oleh Teuku Iskandar dalam rekaman.

Isi wawancara sudah kami beritakan lewat judul berita : Kronologi Bunyi Sirene di Bendungan Bili-bili.

Dari hasil wawancara tersebut dibuatlah berita breaking news. Dengan beberapa pertimbangan:

  1. Saat wawancara status Bendungan Bili-bili sudah dinaikkan dari status waspada menjadi siaga
  2. Potensi bencana yang terjadi bisa semakin besar. Karena saat status waspada saja, sudah banyak rumah tenggelam di daerah hilir.
  3. Hujan masih terus mengguyur sejumlah wilayah di Sulaawesi Selatan, sehingga kondisi air di bendungan dikhawatirkan terus meningkat.
  4. Sebelum status menjadi bahaya, kami menganggap penting bagi warga yang berada di sekitar bendungan dan hilir sungai Jeneberang mengetahui status terkini bendungan. Tidak menunggu bencana datang baru breaking news.
  5. Sumber kami adalah sumber resmi. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang. Bukan sumber abal-abal.
  6. Kepala Balai meminta status Bendungan Bili-bili segera disampaikan kepada masyarakat, agar biasa siaga.

Bersedia diadukan ke Dewan Pers

Anggota Dewan Pers Hendry Ch Bangun
Anggota Dewan Pers Hendry Ch Bangun

Jika dalam penyampaian informasi kami masih terdapat kelemahan dan kekeliruan. Mewakili redaksi Makassar Terkini saya menyampaikan permintaan maaf.

Sebagai pewarta, Makassar Terkini selalu berusaha menyajikan berita yang faktual, objektif, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Sebagai media yang terverifikasi, Kami bersedia dan terbuka menerima kritikan terkait produk jurnalistik kami.

Kami persilahkan pihak yang merasa dirugikan mengadukan kami ke Dewan Pers. Untuk menguji dan membuktikan apakah Makassar Terkini telah melanggar kode etik dan telah menyebar berita bohong.

Semoga keterangan singkat ini bisa menjawab keluh-kesah masyarakat dan netizen. Menjawab berita yang tidak berimbang tentang Makassar Terkini. Sehingga tidak ada lagi fitnah dan tudingan yang tidak berdasarkan fakta.

Melalui penjelasan ini, kami juga berharap, ke depan sistem mitigasi bencana di Sulawesi Selatan dan Indonesia makin baik. Koordinasi antara lembaga pemerintah dengan instansi lain semakin baik. Informasi yang disampaikan kepada media dan masyarakat tidak lagi simpang siur.

Berikut rekaman wawancara Suriani Echa dengan Kepala Balai Besar Sungai Pompengan Jeneberang Teuku Iskandar :

Makassar, 26 Januari 2019

Salam Hormat

 

Muhammad Yunus

Pemimpin Redaksi Makassar Terkini

Komentar

Rekomendasi

Keluarga Positif Corona yang Viral Usai Main TikTok Dinyatakan Sembuh

Selain Hina Jokowi, Pria Ini Juga Kedapatan Simpan Video Mesum

Anak Meninggal akibat Corona, Satu Keluarga Dikucilkan dan Diusir Tetangga

Viral, ‘RoboCop’ Tetap Semangat Cari Nafkah Rejeki di Lampu Merah Saat Corona

Beredar Video Wanita Terkapar Sambil Kejang-kejang di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta

Semua yang Keluar Rumah Wajib Pakai Masker, Jokowi: Segera Siapkan!

Bukan dari PKS, Ini Wagub DKI Jakarta Terpilih Dampingi Anies Baswedan

Puluhan Dokter Wafat di Tengah Corona, IDI Makassar Minta Kiriman Doa

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar