Dugaan Mark-Up, Dinsos Makassar dalam Bidikan Penegak Hukum

Terkini.id, Makassar – Dinas Sosial Kota Makassar sudah lama jadi perhatian aparat penegak hukum atau APH terkait pengaduan masyarakat ihwal silang sengkarut penanganan bantuan sosial (Bansos).

Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin berharap dinas sosial memberikan klarifikasi untuk meluruskan hal tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, saya berharap pihak dinsos kita dapat memberikan klarifikasi, penjelasan, dan bukti-bukti untuk memastikan dana bansos ini betul-betul sudah tepat sasaran,” kata Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, Senin, 11 Januari 2021.

Rudy menyebut bansos yang diperuntukkan untuk menunjang ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 mesti tepat sasaran.

Mungkin Anda menyukai ini:

“Anggaran bansos itu harus betul-betul sampai di tujuannya,” kata Rudy.

Baca Juga: 338 Kendaraan Dinas Pemerintah Kota Makassar Dikuasai Pihak Ketiga

Kendati begitu, Rudy mengatakan belum bisa memastikan bawahannya akan menjadi tersangka dalam kasus bansos tersebut. Ia mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.

Rudy menyebut siap membantu agar proses hukum itu berjalan lancar. Jika terbukti bersalah, kata dia, pihaknya akan memberikan hukuman sesuai aturan yang berlaku.

“Saya kira kasus bansos itu sudah lama, itu bagian dalam upaya anggaran itu sampai ke tujuannya,” tambahnya.

Baca Juga: Tak Sesuai Peraturan Perundangan, KASN Minta Pj Rudy Hentikan Lelang...

Terkini.id telah berulang kali menghubungi Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Mukhtar Tahir, namun hingga saat ini belum ada respons.

Sebelumnya, pihak kepolisian telah memeriksa puluhan saksi terkait kasus dugaan mark up bansos Covid-19 di Kota Makassar.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Widony Fedri mengatakan mereka yang diperiksa dianggap kompeten dan cukup mengetahui seluk beluk dan sistem pengelolaan sembako Covid 19. 

Pihak yang diperiksa mulai dari panitia pembagian hingga sejumlah orang dalam lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Namun, Widony enggan menyebut rinci siapa saja yang diperiksa, “Itu nanti. Saya belum bisa sampaikan itu,” ungkapnya.

Bagikan