EK: Yang Akan Diingat Rakyat Jakarta di Masa Akhir Kepemimpinan Anies adalah Banjir dan Sumur Resapan yang Mubazir

EK: Yang Akan Diingat Rakyat Jakarta di Masa Akhir Kepemimpinan Anies adalah Banjir dan Sumur Resapan yang Mubazir

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi (EK) melontarkan sindiran pedas kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Ia menilai bahwa hal yang akan diingat rakyat Jakarta di masa akhir kepemimpinan Anies adalah banjir dan sumur resapan yang mubazir.

Hal ini disampaikan oleh Eko Kuntadhi melalui akun Twitter pribadinya pada Kamis, 20 Januari 2021.

“Yang akan diingat rakyat Jakarta di masa akhir kepemimpinan Anies adalah banjir dan sumur resapan yang mubazir,” katanya.

Dilansir dari CNN Indonesia, hujan yang mengguyur wilayah Jakarta sejak Selasa, 18 Januari 2022 mengakibatkan sejumlah daerah tergenang banjir.

Baca Juga

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta hingga Rabu pukul 18.00 WIB, mencatat terdapat 77 RT yang tergenang dengan ketinggian 40-85 cm.

Puluhan RT itu tersebar 34 RT di Kelurahan Tegal Alur, 24 RT di Kelurahan Kamal dan 19 RT di Kelurahan Cengkareng Barat.

BPBD juga melaporkan bahwa akibat banjir ini, sebanyak 1.194 warga dari 310 KK harus mengungsi.

Di tengah banjir, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengkritik langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang lebih memilih membuat sumur resapan daripada menormalisasi sungai.

Menurutnya, langkah Anies Baswedan membuat sumur resapan tidak berguna mengatasi banjir.

“Beresin dulu yang namanya normalisasi atau naturalisasi. Bukan menambah permasalahan, apa yang dibuat oleh Gubernur hari ini, perencanaan sumur resapan ini tidak ada gunanya,” kata Pras pada Rabu.

Adapun Anies Baswedan mengklaim bahwa banjir yang terjadi di Jakarta surut dalam waktu cepat karena kerja senyap dan tuntas jajaran Pemprov DKI.

“Alhamdulillah, berkat kesiapan dan tanggapnya jajaran Pemprov DKI sebagian besar titik banjir kemarin sudah surut di hari yang sama,” kata Anies dikutip dari akun instagram pribadinya, Rabu.

Anies Baswedan mengatakan bahwa banjir di sejumlah wilayah Ibu Kota pada Selasa lalu adalah akibat hujan dengan intensitas ekstrem.

Ia mencontohkan, curah hujan di Kemayoran tercatat mencapai 204 milimeter, di Teluk Gong 193 mm, di Pulomas 177 mm, dan Kelapa Gading 163 mm.

“Curah hujan di atas 150 mm adalah kondisi ekstrem. Kapasitas drainase di Jakarta berkisar antara 50-100 mm. Bila terjadi hujan di atas 100 mm per hari, pasti akan terjadi genangan banjir di Jakarta,” ujarnya.

Anies Baswedan juga mengungkapkan bahwa pihaknya memprioritaskan untuk memastikan warga aman dan tak ada korban jiwa.

Selain itu, menurutnya, mereka memastikan semua usaha pemompaan dikerjakan agar banjir bisa surut dalam waktu maksimal enam jam setelah hujan berhenti.

“Semua dikerahkan untuk memompa dari kawasan tergenang dan dialirkan ke saluran/kanal/sungai. Surut cepat karena semua sumber daya dikerahkan. Itulah kerja jajaran DKI: senyap dan tuntas,” katanya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.