Faisal Basri Ajak Boikot Bank, Ngabalin: Bahaya, Proses Menuju Makar pada Negara
Terkini.id, Jakarta – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin mengkritik keras Ekonom senior, Faisal Basri yang mengajak masyarakat untuk memboikot bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Ngabalin mengatakan bahwa itu adalah ajakan berbahaya dan dapat dikategorikan sebagai proses menuju makan kepada negara.
Bahkan, Ngabalin mengatakan bahwa ajakan itu menunjukkan Faisal Basri telah terpapar radikalisme.
“Ini ajakan berbahaya, proses menuju makar pada negara. Semoga berita ini hoax. Saya mengenal FB sebagai seorang yang selalu objektif dalam berpikir,” kata Ngabalin melalui akun Twitter-nya pada Rabu, 12 Mei 2021.
- Luruskan Sesat Pikir Faisal Basri, Septian Hario Ungkap Mengapa Investasi Tiongkok Mendominasi RI
- Ekspor Nikel Rugi Menurut Faisal Basri, Deputi Investasi Kemenko Marves: Keuntungannya 12 Persen
- Bandingkan Kepemimpinan SBY dan Jokowi, Warganet: Dulu Era SBY, Didemo Hampir Setiap Bulan Tapi Ekonomi Tumbuh
- Faisal Basri Yakin Sebentar Lagi Pemerintahan Jokowi Menyerah, Netizen: Omongan Bapak Gak Ada yang Benar
- Soal BLT Minyak Goreng, Faisal Basri Sebut ini Kebodohan Pemerintah: Perilaku Masyarakat Rusak
“Kalaulah pernyataan di bawah ini benar keluar dari mulut Faisal Basri, maka saya pastikan dia telah terpapar radikalisme dan secepatnya harus diselamatkan, ini orang baik,” tambahnya.
Sebelumnya, Faisal Basri melalui akun Twitter-nya mengkritik penonaktifan Novel Baswedan dan 74 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak lulus tes wawasan kebangsaan.
Faisal Basri menilai bahwa keadaan KPK ini menunjukkan bahwa rezim telah bangkrut moral dan amanat reformasi telah kandas.
Ia lantas mengajak masyarakat untuk tidak diam melihat rezim yang menurutnya semena-mena. Maka, ia menyerukan agar rakyat melawan praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme.
Faisal Basri menyebutkan dua perlawanan yang dapat dilakukan rakyat hingga Presiden Joko Widodo melakukan tindakan luar biasa untuk menyelamatkan KPK.
Pertama, kata Faisal Basri, jangan membeli saham perusahaan yang dikuasai oligarki dan sarat dengan praktik KKN.
“Kalau masih punya saham mereka: jual segera,” katanya pada Selasa, 11 Mei 2021.
“Kedua, kiita boikot bank-bank BUMN maupun non-BUMN yang masih dan akan terus membiayai perusahaan para oligarki, terutama perusahaan tambang batu bara yang sangat tidak ramah lingkungan,” tambahnya.
Faisal Basri bahkan mengatakan bahwa ia sudah mulai menarik seluruh saldonya yang tersimpan di satu bank BUMN.
“Dua bank BUMN lagi menyusul,” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
