Terkini.id, Jakarta – Ferdinand Hutahaean kembali menjadi sorotan netizen akibat cuitannya. Kali ini ia menyamakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan pelaku pemerkosaan santriwati di Bandung, Herry Wirawan.
Menurutnya Anies dan Herry sama-sama penggemar lubang namun berbeda jenis lubangnya.
“Persamaan Anies Baswedan dan Herry (yang ngakunya ustad) adalah sama-sama penggemar lobang. Kalau dibikin sinetron, judulnya: ‘Balada Jebakan Lobang Sumur Serapan dan Lobang Santriwati‘,” tulis Ferdinand melalui akun Twitter pribadi miliknya, pada Sabtu 11 Desember 2021.
Ia menjelaskan bahwa hal tersebut diungkapkannya lantaran salah satu sumur resapan Anies diklaim jebol saat dilewati oleh mobil milik Ketua DPP PSI.
Pernyataan Ferdinand itupun sontak menjadi sasaran bagi para netizen.
- Sindir Anies Tak Miliki Kemampuan Berkarya Nyata, Ferdinand Hutahaean: Kasihan Jakarta 5 Tahun Tak Menghasilkan Apa Apa
- Surya Paloh Sarankan Prabowo Tak Maju Pilpres 2024, Ferdinand Hutahaean: Tak Perlu Halangi yang Lain Demi Ambisi Politik
- Bandingkan Roy Suryo dengan Ferdinand, Rudi Valinka: Dia Dipenjara Walau Sudah Hapus Cuitan dan Minta Maaf
- Sampaikan Permohonan Maaf Lewat Surat, Ferdinand Hutahaean : Atas Kekhilafan Saya Mohon Dimaafkan
- Sebut Ferdinand Cuma Umpan, Akun Eko Widodo: UAS Target Sebenarnya
Menurut pemilik akun Twitter @Daeng_LeoMks, pernyataan Ferdinand itu lebih mengarah ke fitnah dan pelecehan ketimbang kritik. Sebab pernyataan itu sangatlah tidak pantas karena jenis kesalahannya pun berbeda.
“Perbuatannya itu bukan kritik, tapi lebih mengarah ke fitnah dan pelecehan. Sangat tidak pantas menyandingkan pelaku pelanggaran pidana pemerkosaan dengan orang lain yang tidak berbuat kesalahan yang sama,” ucapnya.
“Kian hari kian jauh pula dari kelakuan manusia beradab. Semoga segera sadar sebelum tiba ajal,” sambungnya, dilansir dari Pikiran Rakyat pada Minggu 12 Desember 2021.
Selain itu, berbagai komentarpun datang dari netizen dengan nada yang sama.
“Bukan kritik tapi sudah menghina,” kata @Makcomblang18.
“Kritiknya pun kebanyakan amburadul, cuitannya tidak menggambarkan seorang politikus,” kata @Romeo995.
Sebagai informasi Ferdinand pernah menjadi pendukung Jokowi pada 2014, bergabung dan menjadi Ketua DPP Barisan Relawan Jokowi Presiden. Lalu di tahun yang sama, dia juga pernah mengikuti aksi mendukung Jokowi dengan membentangkan spanduk dari Balai Kota Jakarta menuju Istana Kepresidenan.
Selanjutnya pada 2017, Ferdinand memutuskan bergabung dengan Demokrat lantaran kecewa dengan Jokowi karena dinilai tidak menepati janji setelah menjadi presiden.
Kemudian di tahun 2018, Ferdinand sempat menjadi sorotan lantaran walk out saat Jokowi memberi sambutan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat 2018 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor.
Alasan walk out tersebut karena Ferdinand tidak ingin mendengar pidato Jokowi.
Lebih lanjut pada Pilpres 2019, Ferdinand kembali mencuri perhatian karena dipercaya menjadi Jubir Direktorat Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Ia juga pernah menjadi Calon Legislatif DPR dari Dapil Jawa Barat 5, namun tidak lolos. Pada akhirnya, Ferdinand memutuskan mundur dari Partai Demokrat lantaran memiliki perbedaan prinsip dan cara pandang isu nasional dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di tahun 2020.
Meski demikian, karir politik Ferdinand masih belum berakhir. Ia mengaku akan bergabung dengan partai lain yang memperjuangkan NKRI dan Pancasila secara konsisten.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
